LUMAJANG – Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa melaporkan pembangunan hunian sementara (huntara) oleh DMC bagi penyintas awan panas guguran (APG) Semeru sudah memasuki angka 15 unit.
DMC DD telah menargetkan 50 unit hunian sementara untuk penyintas terdampak APG Semeru yang akan dibangun di di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.
“Dusun Curah Kobokan dan Kajar Kuning jadi yang paling terdampak. Berjarak kurang lebih 12 kilometer dari Semeru, Curah Kobokan dan Kajar Kuning jadi dua dusun paling terdampak. Ribuan rumah, masjid, dan sekolah rusak parah. Kami berkomitmen untuk meberikan dukungan bagi masyarakat penyintas awan panas guguran (APG) Semeru menjalani transisi paska (APG) yang terjadi akhir tahun lalu, salah satunya adalah pembangunan hunian sementara.” jelas Haryo Mojopahit selaku Chief Executive DMC Dompet Dhuafa, dikutip dari dmcdompetdhuafa.org.
Huntara tersebut berukuran 6 X 4,8 meter yang terdiri dari ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi, dapur dan tempat untuk mencuci piring. Satu unit huntara bisa memuat lima orang, bahkan bisa lebih.
Sementara Konstruksi huntara yang diusung DMC Dompet Dhuafa memuat baja ringan sebagai bahan pembangunan dengan konsep semi-permanen.
Diketahui baja ringan memiliki keunggulan sebagai bahan material yang tahan lama, anti-keropos, dan anti-karat serta kuat. Baja ringan sanggup menahan deformasi yang besar tanpa harus khawatir akan runtuh atau hancur.
Konstruksi baja ringan mampu menerima kelenturan, beban kejut, dan beban geser sehingga bentuk strukturnya pun bisa lebih fleksibel.





