JAKARTA, KBKNEWS.id – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih berdampak pada aktivitas masyarakat di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.
Di tengah kondisi tersebut, kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah tetap berlangsung.
Merespons kondisi itu, Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) mulai menggulirkan program Safe School di SMP Negeri 9 Sampit. Program tersebut ditujukan untuk membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman bagi siswa dan tenaga pengajar di tengah paparan asap karhutla.
PIC Pemadaman Karhutla Kalimantan DMC Dompet Dhuafa, Erwandi Saputra, mengatakan kondisi asap karhutla mengganggu aktivitas masyarakat sehingga diperlukan upaya untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
“Dampak asap karhutla ini memang mengganggu dan merugikan bagi kita semua, tapi asap itu juga tidak hilang jika kita berdiam diri saja. Adalah Safe School, yang menjadi salah satu upaya dan dukungan agar kegiatan belajar mengajar tetap bisa berjalan dengan aman,” kata Erwandi.
Dalam pelaksanaannya, DMC Dompet Dhuafa membagikan sekitar 500 masker kepada siswa, siswi, dan tenaga pengajar SMP Negeri 9 Sampit. Selain itu, disediakan ruang khusus bernama Safe School atau Ruang Aman Asap.
Ruang tersebut dilengkapi kipas penyedot udara (exhaust fan), akuarium, dan sejumlah tanaman yang disiapkan untuk membantu mengurangi dampak asap di lingkungan sekolah.
Kepala SMP Negeri 9 Sampit, Jelita, mengapresiasi program tersebut. Ia berharap ruang aman asap dapat dimanfaatkan ketika terdapat siswa yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap selama proses pembelajaran.
“Harapannya ruang aman asap (Safe School) ini bisa menjadi tempat berlindung dari asap jika ada siswa-siswi kami yang mengalami gangguan kesehatan selama proses pembelajaran berlangsung,” ujar Jelita.





