Dokter Ungkap 5 Pemicu Alzheimer yang Sering Diabaikan

Ilustrasi Demensia, Alzheimer. (Foto: SHUTTERSTOCK/fizkes)

JAKARTA, KBKNews.id – Alzheimer merupakan bentuk demensia yang paling umum ditemukan. Dalam istilah awam, demensia dikenal sebagai kondisi pikun.

Namun, Alzheimer bukan sekadar penurunan daya ingat akibat usia lanjut, tetapi juga menyangkut melemahnya fungsi otak lainnya, seperti kemampuan berpikir dan bersosialisasi.

Meskipun Alzheimer belum bisa dicegah sepenuhnya karena adanya faktor usia dan genetik, namun para ahli menyebut bahwa gaya hidup sehat dapat membantu menurunkan risiko atau menunda kemunculan gejalanya

Ahli bedah saraf, Dr. Almadidy, menjelaskan bahwa ada lima kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena Alzheimer.

Untuk itu, Mengutip dari Hindustan Times, ia menyarankan masyarakat untuk mulai menghindari kebiasaan-kebiasaan tersebut demi menjaga kesehatan otak.

1. Merokok dan Konsumsi Alkohol

Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi alkohol, terutama dalam jumlah berlebihan, sangat berbahaya bagi kesehatan otak. Begitu pula dengan penggunaan tembakau yang bisa mempercepat kerusakan fungsi kognitif.

2. Gangguan Pendengaran

Gangguan pendengaran yang tidak ditangani secara medis dapat mempercepat penurunan kognitif. Almadidy menyarankan agar penderita segera berkonsultasi dengan dokter untuk mengatasi masalah ini sedini mungkin.

3. Tekanan Darah Tinggi

Hipertensi yang dibiarkan dalam jangka panjang dapat menimbulkan gangguan pada pembuluh darah di otak dan memperbesar risiko demensia, termasuk Alzheimer.

4. Diabetes yang Tidak Terkelola

Gula darah yang tidak terkontrol tidak hanya berdampak pada organ tubuh lainnya, tetapi juga berkontribusi besar terhadap penurunan fungsi otak.

5. Kurang Ativitas Fisik

Gaya hidup sedentari atau kurang bergerak terbukti meningkatkan risiko Alzheimer. Aktivitas fisik yang teratur dapat membantu menjaga aliran darah ke otak dan memperkuat kesehatan mental.

Almadidy menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk mengenali dan mengendalikan faktor-faktor risiko tersebut. Jika memiliki salah satu kebiasaan di atas, disarankan segera berkonsultasi dengan dokter agar langkah pencegahan bisa dilakukan lebih optimal.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here