YOGYAKARTA – Dompet Dhuafa dengan program Tebar Hewan Kurban #JadiManfaat siap membantu masyarakat untuk bekurban dan membantu roda ekonomi para peternak di sejumlah daerah.
Salah satunya meningkatkan daya cipta teknologi maupun edukasi industri peternakan dengan mengembangkan teknologi ASLIS (Teknologi Monitoring Peternakan), ASLIS merupakan teknologi monitoring pertumbuhan berat ternak berbasis IoT yang terkoneksi dengan dashboard khusus untuk membantu pendataan, mitigasi resiko peternakan, hingga menghubungkan data peternakan ke para pemilik.
“Jadi ini sebetulnya seperti timbangan digital dan kami bermitra dengan angkit agro jadi alat ini terkoneksi ke cloud nanti setiap domba akan kita pasangi seperti RFID untuk memantau perkembangan domba,” ucap Zahron selaku Pimcab Dompet Dhuafa Yogyakarta saat ditemui di lokasi DD Farm, KulonProgo, Kamis (30/6/2022).

Nantinya secara historis akan mengetahui kenaikan bobot domba secara harian, mingguan, semuanya terpantau sampai domba keluar atau dibeli dari kandang DD Farm.
Zahron melanjutkan, dalam berbisnis itu kita sangat transparan dalam artian karena ini momennya kurban jadi pembeli tahu histori kurbannya seperti apa, bobotnya seperti apa nanti juga disampaikan kepada donatur.
Selain itu, dengan adanya teknologi ini juga memudahkan para pekerja disini, kalau sebelumnya domba harus kita gendong angkat untuk ditimbang.
“Kalau 1-2 domba gak papa, tapi dengan kapasitas kandang kita sebanyak 1600 kalau tiap bulan ditimbang kan lumayan juga jadi sangat membantu peternak disini,” sambungnya.
CEO Angkit Agro, Fitra Abriwibawa menjelaskan dengan dengan teknologi ASLIS ini kita mengetahui berat domba, pakannya, tanggal pembelian, riwayat berat yang akan terus di update.
“Kita tahu perkembangan setiap hewan kurban, setiap kita kasih makan, nanti akan muncul, berapa biaya pakannya, everytime akan ketauan, jd kita analisa agar biar tahu, dan ini sangat membantu peternak,” ucapnya di lokasi.
Selain dengan adanya teknologi terbaru ini, Fitra menambahkan, nantinya domba-domba ini juga bisa dijual seperti ecommerce, langsung sudah terupdate.
“Jadi ini akan membuka pasar, dan mengefektifkan biaya produksi juga,” tutup Fitra.





