JAKARTA, KBKNEWS.id — Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa membekali para santri dengan keterampilan mitigasi bencana melalui program Sekolah Siaga Bencana di Sekolah IT Qaiis Boarding School dan Pondok Pesantren Al-Hidayah, Kabupaten Serang, Banten, pada 13 dan 15 Oktober 2026.
Kegiatan yang digelar dalam rangka Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2026 dan berdekatan dengan Hari Santri Nasional ini diikuti puluhan siswa tingkat SMP hingga SMA. Mereka mendapatkan edukasi kebencanaan serta praktik evakuasi gempa bumi dan penanganan awal kebakaran.
Sebanyak 87 santri Pondok Pesantren Al-Hidayah bersama siswa SIT Qaiis Boarding School mengikuti simulasi penyelamatan diri. Peserta dilatih melakukan teknik merunduk, berlindung, dan berpegangan (drop, cover, hold on), mengenali jalur evakuasi, serta berkumpul di titik aman. Mereka juga mempraktikkan pemadaman api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan kain basah.
Kepala Bagian Mitigasi dan Diklat Bencana DMC Dompet Dhuafa, Achmad Lukman, mengatakan edukasi kebencanaan penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan komunitas pesantren.
Menurutnya, bencana tidak selalu dapat dicegah, tetapi risikonya bisa dikurangi melalui pengetahuan dan keterampilan penyelamatan diri. Karena itu, DMC terus mendorong terciptanya sekolah dan pesantren yang aman bencana.
Kepala SMP IT Qaiis Boarding School, Rendra Al Mubarok, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap edukasi ini membantu siswa memahami tindakan yang tepat saat terjadi gempa maupun kebakaran.
Tenaga pengajar Pondok Pesantren Al-Hidayah, Ika Monika, juga menilai praktik langsung diperlukan agar santri lebih siap menghadapi keadaan darurat.
Melalui program ini, Dompet Dhuafa mendorong pesantren menjadi bagian dari komunitas tangguh bencana sekaligus menumbuhkan karakter santri yang disiplin, mandiri, dan peduli terhadap keselamatan sesama.





