YANGON — Tim Kemanusiaan Dompet Dhuafa untuk Myanmar direncanakan berangkat mendistribusikan bantuan ke Negara Bagian Rakhine, yang merupakan kawasan krisis kemanusian Myanmar pada Jumat, (9/12/2016).
Kepastian tersebut didapat setelah Tim Kemanusiaan Dompet Dhuafa menempuh upaya komunikasi dan diplomasi dengan Duta Besar RI untuk Myanmar, Ito Sumardi Djunisanyoto dan Menteri Luar Negeri RI, Retno Lestari Priansari Marsudi pada Rabu (7/12) di Yangon.
“Insya Allah melalui jalur Kementerian Luar Negeri Indonesia, Tim Dompet Dhuafa akan kami fasilitasi untuk bisa masuk ke Rakhine untuk mendistribusikan bantuan,” ungkap Duta Besar RI untuk Myanmar, Ito Sumardi Djunisanyoto usai bertemu Tim Dompet Dhuafa di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Yangon.
Hal tersebut didukung hasil pertemuan Menlu RI, Retno Marsudi dengan State Counselor, Daw Aung San Suu Kyi di Napyidaw, Myanmar pada Selasa (6/12). Menlu Retno menyampaikan permintaan agar akses bantuan kemanusiaan dapat dibuka. Permintaan Menlu RI diterima dengan baik dan dipertimbangkan secara positif oleh pemerintah setempat.
“Alhamdulillah dengan jalur diplomasi G to G (antar pemerintah) ini bantuan dari teman-teman Dompet Dhuafa bisa masuk via jalur Kemenlu, bendera Indonesia,” jelas Ito.
Pada Jumat ini, Tim Kemanusiaan Dompet Dhuafa akan didampingi staff KBRI Yangon asli Myanmar untuk membantu sebagai penerjemah, membeli barang yang akan didistribusikan, dan menghubungkan dengan mitra lokal setempat.
“Berdasarkan informasi dari Bu Menlu hasil pertemuan dengan Aung San Suu Kyi kebutuhan yang paling dibutuhkan adalah pangan. Insya Allah kita akan distribusikan kebutuhan tersebut,” ujar Koordinator Tim Kemanusiaan Dompet Dhuafa untuk Myanmar, Fadilah Rachman.
Tim Kemanusiaan Dompet Dhuafa tiba di Myanmar sejak Sabtu, (3/12). Rencananya, selama dua pekan tim akan mendistribusikan bantuan amanah donatur masyarakat Indonesia masuk ke target sasaran penerima manfaat krisia kemanusiaan di Kota Sittwe, Negara Bagian Rakhine. Sebelumnya tim membangun jaringan, komunikasi, dan diplomasi seperti ke KBRI, Kemenlu dan lembaga kemanusiaan lainnya.
Laporan: Yogi Achmad Fajar, Tim Kemanusiaan Dompet Dhuafa untuk Myanmar





