JAKARTA, KBKNEWS.id — Dompet Dhuafa bersama PARFI 56 menghadirkan kolaborasi seni dan kemanusiaan melalui pementasan orkestra kebangsaan Meradjoet Sendja.
Pementasan ini menjadi bagian dari Social Funds of Art & Culture sekaligus upaya menghidupkan kembali nilai-nilai kebangsaan melalui seni dan budaya.
Anggota Dewan Pembina Dompet Dhuafa sekaligus Kurator Sasana Budaya, Yudi Latif, menegaskan bahwa Pancasila merupakan basis nilai yang menjiwai Indonesia.
Menurutnya, inti dari nilai-nilai Pancasila dapat dirangkum dalam semangat gotong royong yang telah menjadi bagian dari budaya Nusantara.
“Pancasila dibentuk sebagai basis nilai yang menjiwai ‘Indonesia’. Ringkasnya, isi dari Pancasila itu gotong royong. Dan gotong royong adalah budaya tulen Nusantara,” ujar Yudi dalam Dialog Kebangsaan.
Semangat tersebut kemudian diwujudkan melalui Meradjoet Sendja, yang mengangkat refleksi para tokoh pendiri bangsa dan perjalanan pemikiran menuju kemerdekaan Indonesia. Pementasan ini disutradarai Olivia Zalianty dan melibatkan sejumlah aktor, di antaranya Arswendy Bening Swara, Tanta Ginting, Marcella Zalianty, serta Lutfi Ardiansyah. Pertunjukan juga didukung Isyana Sarasvati, Jane Callista, dan ratusan paduan suara.
Pementasan akan berlangsung pada 26 Agustus 2026 di Gedung Kesenian Jakarta. Tidak hanya membawa pesan kebangsaan, seluruh hasil penjualan tiket akan disalurkan untuk kegiatan sosial bagi seniman dan budayawan Indonesia yang memasuki masa senja serta kaum dhuafa.
Melalui kolaborasi ini, Dompet Dhuafa dan PARFI 56 menunjukkan bahwa seni dan budaya dapat menjadi ruang untuk merawat nilai kebangsaan sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi kemanusiaan.





