JAKARTA – Dompet Dhuafa bersama para pelaku bisnis ekspor menggelar sebuah forum kolaborasi di Menara Kadin Indonesia, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (14/3).
Acara bertajuk Exporter’s Meet Up: Meaningful Network & Social Engagement ini dihadiri oleh Direktur Mobilisasi Sumber Daya Dompet Dhuafa, Etika Setiawanti.
Adapun salah satu sesi yang menjadi rangkaian acaranya adalah gelar wicara yang diisi oleh Mutia Safitri selaku Praktisi PT Asuransi Asei Indonesia Irman Adi Purwanto Moefthi selaku Analis Perdagangan Ahli Madya, Dit. Pengembangan Ekspor Produk Primer, Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan RI, dan Maulana Hakim selaku CEO Teguk Indonesia & USA.
Irman Adi Purwanto mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki jumlah UMKM yang cukup banyak. Namun sangat sedikit kontribusinya terhadap aktivitas ekspor secara nasional. Di samping itu, Produk Domestik Bruto-nya tinggi. Maka, jika dibandingkan dengan negara-negara sekitar, Indonesia masih kalah dalam hal ekspor.
Padahal ada sekitar 60 juta unit UMKM, namun masih sekitar 15 persen yang berkontribusi terhadap ekspor nasional.
Irman mengatakan bahwa salah satu yang menjadi pemikat pasar adalah produk halal. Sertifikasi halal memiliki peran penting untuk menarik para buyer di pasar global. Tidak hanya itu, nilai-nilai sosial di balik produk pun juga harus ada. Menurut Irman, ini juga yang menjadi hal yang dilirik oleh Gen Z. Seperti yang diketahui, kini Gen Z mendominasi demografi.
Untuk itulah, Dompet Dhuafa kemudian mengajak para pelaku ekspor di Indonesia untuk melakukan kolaborasi bersama. Sebagai lembaga yang mendukung perkembangan ekonomi mikro bagi para pelaku UMKM serta pedagang kecil, Dompet Dhuafa ingin produk-produk lokal mampu menembus pasar global.
GM Penghimpunan ZIS Dompet Dhuafa, Faqih Syarafaddin dalam kesempatannya turut menampilkan kisah inspiratif dari seorang sosok Mang Ade. Mang Ade adalah salah satu petani yang tumbuh dari program pemberdayaan Dompet Dhuafa di Lembang, Jawa Barat. Dia bersama kelompok tani binaan Dompet Dhuafa sudah mampu mengekspor hasil taninya ke luar negeri.
Etika menambahkan bahwa kini Gen Z adalah generasi yang mendominasi, bahkan dalam segi kedermawanan. “Yang menjadikan kami terkejut juga mereka ini kebanyakan para pelaku bisnis start-up. Mereka sangat gemar berdonasi, meskipun nilainya masih kalah dibandingkan dengan generasi sebelumnya, namun intensitasnya cukup sering dan banyak. Artinya, para Generasi Z ini memiliki kepedulian yang tinggi terhadap sesama,” ujar Etika.
Tentu, akan sangat apik apabila produk-produk ekspor Indonesia selain memiliki nilai halal, juga memiliki nilai sosial. Selain memiliki nilai islami, juga memiliki nilai filantropi.
Forum ini nantinya akan menjadi forum kolaborasi antara Dompet Dhuafa dengan para pelaku ekspor. Tidak hanya bagi para eksportir yang hadir pada kesempatan ini, Dompet Dhuafa juga membuka peluang kolaborasi seluas-seluasnya bagi pelaku ekspor.





