Dompet Dhuafa Ingin Cetak Relawan Kemanusiaan yang Siap Berantas Korupsi

BANDUNG – Kegiatan Internasional Volunteer and Anti-Corruption Camp yang diinisiasi Dompet Dhuafa bertujuan untuk mencetak relawan-relawan kemanusiaan yang siap memberantas korupsi yang mengakar di Indonesia.

Dihadiri oleh 240 peserta dari berbagai wilayah Indonesia, acara ini digelar untuk memperingati Hari Relawan dan Hari Anti-Korupsi Internasional dari Pusat Belajar Anti-Korupsi Dompet Dhuafa (PBAK) dan Dompet Dhuafa Volunteer (DDV), juga merupakan salah satu program Humanesia.

“Relawan adalah kerja kolosal para pemimpin dunia karena dengan menjadi seorang relawan mereka bisa memahami permasalahan rakyat, jauh lebih dekat,” ujar Andi Angger atau yang biasa disapa Angger, dalam perbincangannya tentang Manajemen Volunteer dalam Internasional Volunteer and Anti-Corruption Camp, di Villa Melati Putih, Lembang, Bandung (7/12/2018).

Lebih jauh Angger menjelaskan, seorang relawan memang dituntut berpikir kritis terhadap isu korupsi. Namun tidak berhenti pada tahap berpikir, melainkan juga harus bertindak.

Tindakan yang dimaksud juga bukan berarti ikut aksi demo saja, tapi tindakan yang lebih konkrit, seperi mendirikan sekolah gratis untuk kalangan tidak mampu. Karena korupsi yang sudah menjalar kemana-mana, bahkan ke sektor pendidikan sekalipun.

“Kita tidak boleh hanya sekedar mendekap tangan, tapi juga harus turun tangan,” lanjut Angger.

Angger juga menekankan untuk jangan terlalu berharap akan ada timbal balik berupa materi. Karena jika demikian, maka itu bukanlah jiwa kerelawanan. Bahkan tidak layak disebut sebagai relawan kemanusiaan.

“Relawan itu bergerak karena tulus bukan fulus,” jelas Angger.

 

Advertisement