kbknews.id, Jakarta – Perkembangan pendidikan di Indonesia terus mengalami perkembangan namun sebagian di wilayah Indonesia masih mengalami hambatan dalam perkembangan pendidikan.
Hambatan tersebut disebaikan dari akses jalan yang belum tergapai hingga bencana yang terus menerjang di wilayah tersebut. Hambatan-hambatan tersebut masih terus menjadi persoalan pendidikan di Indonesia.
Seperti halnya Pulau Jawa berbeda dengan Pulau Papua, perkembangan infrastruktur yang berbeda dari Pulau Jawa menyebabkan pendidikan di Pulau Papua masih terhambat, hal tersebut mempengaruhi kualitas, fasilitas pendorong hingga biaya pendidikan termasuk Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menopang kemajuan pendidikan seperti guru maupun orang tua. (Rabu, 22/01)
Melihat permasalahan, Dompet Dhuafa Pendidikan (DD Pendidikan) sebagai jejaring dari Dompet Dhuafa yang berfokus pada pendidikan tinggi menghelat Education Outlook dan Focus Group Discussion (FGD) menyoal perbaikan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia yang dilaksanakan pada Rabu (22/01) di Cikini, Jakarta. Education Outlook merupakan pemaparan kepada publik (Public Expose) tentang program-program best practice Dompet Dhuafa Pendidikan selama setahun.
“Saat ini kebutuhan akan pengelolaan pendidikan yang baik menjadi persoalan di Indonesia. Education Outlook 2020 mencoba mengevaluasi masalah di atas sekaligus memprediksi peluang di bidang pendidikan,” kata Aza el Munadiyan, Manager Strategic Partnership DD Pendidikan.
Menggandeng Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Muhammadiyah, serta Peneliti SEMERU, Education Outlook 2020 yang mengusung tema “Revolusi Pendidikan Tinggi” diyakini mampu memberikan perspektif serta evaluasi bagi jalannya pengelolaan pendidikan tinggi di Indonesia.
“Pada forum ini kami ingin para pembicara dan peserta dapat merumuskan strategi yang efektif untuk proses pendidikan tinggi dan pendidikan nasional. Selain itu kami kami percaya jika dari Education Outlook 2020 dapat terbangun sinergi yang kokoh antara pemerintah, institusi pendidikan, lembaga swadaya masyarakat, juga perusahaan dalam kerja peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia” tutup Aza.




