YOGYAKARTA – Terpenuhinya sanitasi yang layak menjadi kebutuhan pokok setiap keluarga. Namun, belum semua keluarga di Dusun Soka, Desa Mertelu, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memiliki akses sanitasi yang layak, utamanya jamban.
Dilansir dari laman Dompet Dhuafa Yogyakarta, menurut kader setempat, masih ditemukan enam keluarga yang belum memiliki fasilitas jamban di rumahnya.
Padahal, akses sanitasi yang tidak layak dapat meningkatkan risiko timbulnya penyakit diare, cacingan, kolera, disentri, dan hepatitis A. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa sanitasi yang tidak layak menyebabkan setidaknya 432.000 kasus kematian setiap tahunnya.
Selain menyebabkan penyakit, sanitasi yang tidak layak juga turut berkontribusi menjadi penyebab balita stunting. Untuk itu, Tim LKC Dompet Dhuafa Yogyakarta melaksanakan program Jambanisasi di Dusun Soka. Kegiatan implementasi program berupa pemberian bantuan material untuk keluarga yang belum memiliki akses jamban.
Penyaluran tahap pertama dilaksanakan pada Sabtu (12/12/2020) dengan jumlah penerima manfaat sebanyak empat keluarga. Program ini ditujukan untuk berkontribusi dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 6 yaitu menjamin akses air minum dan senitasi layak yang berkelanjutan.





