BANTEN – Tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa melakukan penyisiran untuk melakukan pendataan kerusakan dan distribusi bantuan, di lokasi terdekat dari titik lokasi gempa 6,9 SR Jumat (2/8/2019) lalu, yakni Kecamatan Mandalawangi.
Benny, selaku Direktur DMC Dompet Dhuafa mengatakan karena wilayah Kecamatan Mandalawangi terddekat dengan titik lokasi gempa, wilayah tersebut mengalami kerusakan yang paling parah.
Berdasarkan data yang dicatat tim DMC Dompet Dhuafa, terdapat 59 bangunan rusak yang terdiri dari 57 rumah, satu sekolah dan satu tempat ibadah. Kerusakan tersebut mulai dari rusak berat, sedang hingga rusak ringan.
“Berdasarkan data sementara yang kami dapat dari kecamatan, setidaknya ada 59 rumah di delapan desa yang ada di Kecamatan Mandalawangi mengalami dampak kerusakan bangunan,” tambahnya.
Lebih lanjut ia menuturkan, delapan desa di Kecamatan Mandalawangi yang terdampak gempa bumi, yakni Desa Sinarjaya, Panjangjaya, Cikumbuen, Pari, Ramea, Curuglemo dan Desa Kurung Kambing.
“Yang terparah kerusakan terjadi di Desa Sinarjaya dan Panjangjaya. Alhamdulillah untuk korban jiwa belum ada laporan, baik yang luka maupun meninggal dunia,” jelas Benny, dilansir laman dompetdhuafa.org, Rabu (7/8/2019).
Sementara itu pihaknya terus menyisir lokasi-lokasi gempa untuk memberikan bantuan kepada warga terdampak. Setidaknya, DMC Dompet Dhuafa langsung respon cepat untuk membantu warga yang mengungsi sementara. Bantuan makanan ringan, selimut dan obat-obatan telah didistribusikan ke warga yang mengungsi di Desa Kertajaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang.
“Saat ini kami menurunkan dua tim assessment yang berjumlah 6 personil untuk mendata kerusakan-kerusakan dampak gempa. Kemudian juga mendistribusikan bantuan ke warga yang mengungsi akibat rumahnya rusak,” pungkasnya.





