JAKARTA (KBK) – Program quick win 100 cabang Dompet Dhuafa yang mulai digaungkan pada akhir Agustus 2019 mulai berbuah manis. Menurut GM Pengembangan Jaringan dan Analisis Strategis Dompet Dhuafa Dhoni Marlan, hingga akhir Oktober ini Dompet Dhuafa sudah siap hadir di 31 Provinsi di Indonesia. Menurut Dhoni program quick win 100 cabang ini diejawantahkan oleh divisi Penjar ke dalam membangun 200 cabang baru.
Pemilihan 200 cabang sendiri kata Dhoni tak terlepas dari jumlah kabupaten di Indonesia sebanyak 416 daerah. Untuk itu di tahun 2020 mendatang pihaknya menarget kehadiran Dompet Dhuafa di setengah dari jumlah kabupaten tersebut.
“Inti dari membangun 200 cabang ini untuk memperluas jaringan dan jangkauan penerima manfaat,” terang Dhoni pada acara launching 200 Cabang Dompet Dhuafa di Jakarta (30/10.
Dalam pengembangan 200 cabang ini Dompet Dhuafa ingin merangkul Yayasan di daerah yang memiliki value serupa dan telah memiliki legalitas sebagai sebuah Yayasan. Memiliki portofolio program dan punya portofolio penghimpunan donasi. Dhoni menuturkan sebelum melakukan open donasi, nantinya para Yayasan di daerah bakal mendapatkan edukasi sebagai Mitra Pengelola Zakat (MPZ) oleh Dompet Dhuafa.
“Pertama kami ikuti aturan BAZNAS yang hanya memperbolehkan Yayasan yang telah memiliki legalitas. Kedua Kami satukan dulu persepsi penghimpunan ziswaf. Kami edukasi, kami berikan materi dan penguatan kompetensi di dunia ziswaf,” ujar Dhoni.
Menyoal penghimpunan donasi, nantinya hasil donasi akan terlebih dahulu masuk ke rekening Dompet Dhuafa, lantas donasi tersebut akan kembali diserahkan kepada Yayasan lokal tanpa terpotong persentsenya. Dhoni mengatakan dalam 4 – 5 tahun kedepan, Dompet Dhuafa siap hadir di setiap kabupaten dan di usia ke 26 ini Dompet Dhuafa akan membangun 10 cabang baru di luar negri.
“Dalam waktu dekat kami hadir di Malaysia dan Singapura. In Syaa Allah DD hadir di lima benua,” ucap Dhoni.





