JAKARTA — Dompet Dhuafa bersama Centre for Research of Welfare Law, Children Protection and Global Migration (CRESWELL) Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) ke-3 Peta Jalan Damai Palestina.
Forum tersebut membahas penguatan sinergi antaraktor dan kerangka hukum untuk mendukung perjuangan Palestina.
FGD yang berlangsung secara hybrid di Jakarta pada Jumat (18/9/2026) mempertemukan akademisi, diplomat, lembaga keagamaan, organisasi kemanusiaan, serta masyarakat sipil. Diskusi menjadi bagian dari rangkaian lima forum untuk menyusun peta jalan atau blueprint dukungan terhadap Palestina.
Senior Officer Divisi Advokasi Dompet Dhuafa Rama Adi Wibowo mengatakan, pemetaan terhadap berbagai pihak diperlukan untuk mengetahui kapasitas dan sumber daya masing-masing, kemudian menghubungkannya dalam perencanaan strategis.
“Tujuan FGD adalah melakukan pemetaan stakeholders sesuai kapasitas dan sumberdaya yang dimiliki oleh masing-masing pihak lalu mensinergikan dalam perencanaan strategis dalam mencapai kemerdekaan Palestina yang sejati,” ujar Rama.
Sejumlah pembicara menyoroti pentingnya menghubungkan kerja diplomasi, advokasi hukum, kemanusiaan, dan kebijakan. Pizaro Gozali Idrus mendorong agar solidaritas terhadap Palestina memiliki landasan kebijakan negara yang lebih kuat.
Sementara itu, Bunyan Saptomo mengusulkan pengkajian instrumen regulasi terkait dukungan terhadap Palestina serta gagasan pembentukan Lembaga Persahabatan Indonesia-Palestina sebagai wadah koordinasi lintas unsur.
Akademisi UI Agung Nurwijoyo juga menekankan pentingnya memperkuat jejaring nasional dan global agar solidaritas dapat berlanjut menjadi advokasi kebijakan. Gagasan lain yang muncul meliputi penguatan peran media, literasi publik, pusat kajian Palestina, serta kesinambungan bantuan kemanusiaan.
Dompet Dhuafa menyebut hasil rangkaian FGD akan menjadi bagian dalam penyusunan blueprint perjuangan Palestina dan diharapkan dapat memperkuat koordinasi berbagai pihak dalam jangka panjang.





