TANGERANG – Dompet Dhuafa menggelar acara Wisuda Dai berlatar belakang narapidana dalam program Pendididikan Kader Dai (PKD) pada Kamis (3/2/2022), di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang.
Acara paripurna tersebut dihadiri oleh lembaga-lembaga lain yang juga terlibat dalam proses pendidikan selama 6 bulan tersbut. Di antaranya adalah Kanwil Kemenkumham RI Banten, Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham RI Banten, Komisi Dakwah MUI Pusat, Ketua MUI Kota Tangerang, Kepala Kemenag Kota Tangerang, Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama Kota Tangerang, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Tangerang, dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tangerang.
Program PKD ini menjadi pembinaan kepribadian yang diarahkan pada pembinaan mental dan watak agar warga binaan pemasyarakatan menjadi manusia seutuhnya, bertakwa, dan bertanggung jawab kepada diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.
Pembinaan ini meliputi kesadaran beragama, yakni dengan cara membimbing warga binaan pemasyarakatan untuk belajar agama sesuai dengan keyakinannya masing-masing. Hadirnya PKD adalah hasil kerjasama apik antara Dompet Dhuafa dan Ditjenpas Kemenkumham RI untuk mencetak Dai yang muncul dari lapas yang bertakwa, berilmu, dan berakhlaul karimah sehingga menjadi tauladan bagi umat.
Direktur Dakwah, Budaya & Pelayanan Masyarakat Dompet Dhuafa, Ahmad Sonhaji menyampaikan, wisuda PKD Angkatan 1 ini akan menjadi portofolio bagaimana Dompet Dhuafa melakukan sinergi dengan berbagai pihak untuk menciptakan dakwah Islam yang rahmatan lil alamin. Selanjutnya, PKD akan mulai diselenggarakan di lapas-lapas lainnya.
“Kegiatan ini insha Allah akan terus kami lanjutkan di lapas-lapas yang lain. Yang terdekat ini untuk tahap berikutnya kami akan menggelar di Lapas Gunung Sindur. Harapannya ini akan menjadi sebuah model portofolio bagaimana Dompet Dhuafa dengan kegiatan dakwahnya melakukan sinergi dengan berbagai macam pihak,” ujarnya.
Ia kemudian menjelaskan dalam sambutannya, materi-materi yang didapatkan oleh para santri warga binaan pemasyarakatan selama 6 bulan menjadi materi yang sangat berharga baik selama berada dalam lapas maupun saat kembali kepada masyarakat. Mereka nantinya diharapkan mampu menunjukkan dedikasi yang membangun sehingga apa yang didapatkan memberikan manfaat dan mashlahat bagi bangsa dan negara.
Asep Sutandar selaku Kepala Lapas Kelas I Tangerang, menyampaikan apresiasi kepada Dompet Dhuafa yang telah bersedia mendedikasikan sumber dayanya membantu membangun pemasyarakatan melalui program pengkaderan Dai yang sangat baik.
“Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada inisiator program ini yaitu Yayasan Dompet Dhuafa atas dukungan moril dan materiil sehingga program ini berhasil terlaksana dengan lancar. dengan adanya program ini, pembinaan warga pemasyarakatan dapat lebih optimal dan sesuai dengan harapan kita bersama,” lanjutnya, seperti dilansir dompetdhuafa.org.
Kepala Kanwil Kemenkum HAM Banten, Tejo Harwanto juga turut memberikan sambutan. Ia berharap program ini dapat terus berlanjut dan berkembang. Bahkan, menurutnya, program seperti ini dapat dikembangkan tidak hanya warga binaan saja yang menjadi targetnya, melainkan juga para petugas lapas.
“Saya mengharapkan nanti kita tidak hanya mengadakan program ini untuk warga binaan saja melainkan juga untuk para petugas lapas. Sehingga ketika program selama 6 bulan itu selesai, kegiatan-kegiatannya masih bisa terus dilanjutkan oleh para petugas lapas,” ucapnya.





