JAKARTA – Dompet Dhuafa terus berusaha mewujudkan mimpi para disabilitas tunarung/tuli untuk bangkit dan mandiri, melalui Program Peduli Tunarungu Indonesia.
Sejak launching 2016 silam oleh drg. Imam Ruliyawan, MARS di kota Purwokerto, program tersebut menjadi wadah banyak pihak untuk menuangkan kepedulian bagi mereka disabilitas tunarungu/tuli.
Program yang diawali dari Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) DD Jateng ini pada awalnya hanyalah program charity, mengajak banyak pihak untuk mencoba menjadi teman dengar bagi tunarungu dan keluarganya.
Peduli Tunarungi bermula dari screening gangguan pendengaran menyasar anak-anak di wilayah eks karesidanan Banyumas (mencakup lima kabupaten; Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Cilacap, Kebumen) yang didapatkan ratusan anak mengalami gangguan pendengaran sedang hingga berat yang tidak terdeteksi, terlambat disadari oleh orang tuanya, dan terlambat proses rehablitasinya maupun habilitasinya.
Baru-baru ini LKC Jateng pun menjalin kerjasama dengan RS Islam Purwokerto untuk program Peduli Tunarungu Indonesia, Institut Teknologi Telkom Prwokerto dan beberapa mitra strategis lainnya.





