Driver Ojol dan Kurir se-Jabodetabek bakal Demo Besok, Ini Tuntutannya

Setiap hari Gojek dan Grab nampak ijo royo-royo di jalan raya.

JAKARTA – Komunitas ojek online (ojol) dan kurir di Jabodetabek berencana mengadakan aksi dengan rute melalui Istana Merdeka, kantor Gojek di Petojo, Jakarta Pusat, dan kantor Grab di Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (29/8/2024).

Ketua Umum Garda Indonesia, Igun Wicaksono, menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk protes damai dari rekan-rekan ojol dan kurir di Jabodetabek untuk menyampaikan tuntutan kepada perusahaan aplikasi dan pemerintah.

“Esok beberapa kelompok rekan-rekan ojek online dan kurir lokal Jabodetabek akan lakukan aksi damai dengan tuntutan yang akan diutarakan baik kepada perusahaan aplikasi maupun kepada pihak pemerintah,” kata Igun dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (27/8/2024).

Aksi yang dilakukan oleh Asosiasi Pengemudi Transportasi Daring Roda Dua Nasional Garda Indonesia ini diperkirakan akan diikuti oleh sekitar 500 hingga 1.000 pengemudi ojol.

Igun menyoroti bahwa pemerintah belum mampu memenuhi keadilan dan kesejahteraan para mitra perusahaan aplikasi. Ini terlihat dari status hukum ojek online yang masih belum jelas karena belum ada undang-undang yang mengatur mereka.

Igun menjelaskan bahwa tuntutan utama massa adalah adanya landasan hukum yang jelas bagi pengemudi ojol agar perusahaan tidak bertindak sewenang-wenang terhadap para mitra ojol dan kurir.

“Tanpa ada solusi dari platform dan tanpa dapat diberikan sanksi tegas oleh pemerintah, hal inilah yang membuat timbulnya berbagai gerakan aksi protes dari para mitra,” tegas Igun.

Dia menegaskan bahwa aksi unjuk rasa ini akan dilakukan secara damai tanpa provokasi, demi menjaga ketertiban dan mencapai tujuan aksi.

“Asosiasi Pengemudi Transportasi Daring Roda Dua Nasional Garda Indonesia menghormati dan mendukung aksi damai selagi tidak menimbulkan suatu gangguan kamtibmas sebagai wujud solidaritas dan kesamaan nasib para pengemudi ojol yang makin tertekan oleh perusahaan aplikasi,” ucap Igun.

Ia berharap perusahaan aplikasi menghormati dan memperhatikan masukan dari para mitranya, serta pemerintah dapat menemukan solusi atas masalah yang terus berulang di ekosistem transportasi daring.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here