LANGSA (KBK) – Dua anak lelaki pengungsi Rohingya di Langsa, Aceh; satu orang duduk tak berbaju (sekitar 6 tahun), yang satu lagi sekitar umur 3 tahun tiduran di atas ranjang rumah sakit. Ia menunggu ibunya yang sedang diperiksa dokter di RSUD Langsa.
Ibunya beberapa waktu lalu kedapatan mencoba bunuh diri dengan menenggak racun kutu. Ia pingsan dan mulut mengeluarkan busa. Syukur, peristiwa naas itu segera tercium oleh relawan dan segera melarikan ibu itu ke rumah sakit.
Menurut Ridwan Affan, Tim Respon Lembaga Kemanusiaan Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa kepada KBK, Ahad (4/10/2015), kondisi ibu Khaerunnisa, 30 tahun, kini sudah membaik.
Dikatakan Ridwan, Relawan DMC DD aktif mendampingi Khaerunnisa di rumah sakit secara bergantian, tidak hanya mendampingi Nisa tapi juga 2 anaknya yang masih kecil-kecil.
Anak itu bingung dengan apa yang terjadi dengan ibunya. Ingin menceritakan kepada kakak relawan, ia terkendala bahasa. Ia tidak bisa bahasa Indonesia, yang dia bisa hanya bahasa Rohingya dan bahasa balita.
Sampai saat ini, kata Ridwan, belum diketahui penyebab kenapa ibu Khaerunnisa nekad untuk mengakhiri hidupnya. “Saat ini tim dokter sedang berusaha mengobatinya,” jelasnya.
Selain pendampingan di rumah sakit secara bergiliran, tim relawan DD juga membantu logistik untuk keperluan Khaerunnisa di rumah sakit, hygien kit, mukena dan makanan.
“Tim berharap, semoga Allah segera menyembuhkan Khaerunnisa sehingga ia tetap bisa membesarkan kedua anaknya dan melanjutkan kehidupan yang lebih baik,” doa Affan mengakhiri.




