GHOUTA TIMUR – Warga di Ghouta Timur mengatakan bahwa pesawat tempur pemerintah meluncurkan beberapa serangan pada Rabu (28/2/2018) dan menekankan bahwa yang paling kuat telah berada di tiga kota yakni Douma, Misraba dan Harasta, ditengah masa gencatan senjata yang seharusnya dipakai sebagau jeda kemanusiaan.
“Tidak ada evakuasi apapun, tidak medis, tidak kemanusiaan, tidak ada apa-apa,” seorang penduduk, yang meminta tidak disebut namanya, mengatakan kepada Al Jazeera.
“Rezim telah meluncurkan permainan psikologis, itu saja. Pemboman telah berlangsung sejak semalam.”
Koresponden Al Jazeera, Osama Bin Javaid, juga mengatakan bahwa banyak orang masih terdampar di Ghouta Timur.
“Hari kedua dari apa yang disebut gencatan senjata atau jeda ini berlalu tanpa ada perkembangan besar di lapangan,” katanya, berbicara dari kota Gaziantep, Turki.
“Tidak ada konvoi bantuan masuk karena Perserikatan Bangsa-Bangsa dan pekerja bantuan lainnya mengatakan bahwa ini terlalu pendek tanpa ada jaminan apakah mereka dapat melakukannya kembali.”
Bin Javaid juga mengatakan pemberontak di Ghouta Timur, yang telah dikepung oleh pasukan pemerintah sejak pertengahan 2013, tidak patuh PBB.
“Serangan udara lebih banyak dan lebih banyak lagi tembakan dilaporkan terjadi di Ghouta Timur dan pemberontak mengatakan bahwa resolusi DK PBB hanya kata-kata,” katanya.





