ALJAZAIR – Kedutaan Besar Palestina di Aljazair mengatakan dua ilmuwan Palestina ditemukan tewas di sebuah apartemen di Aljazair.
Keduanya beridentitas Suliman al-Farra dan Mohammed Albana, ditemukan tewas di sebuah apartemen pada Minggu (22/7/2018).
Berdasarkan temuan awal, pasangan ini meninggal karena gas inhalasi atau karena listrik mati dari hubungan pendek.
Namun laporan Palestina mengklaim kedua ilmuwan dibunuh.
Sebuah kantor berita lokal di Gaza mengatakan bahwa “kematian terjadi dua hari yang lalu dan ditemukan oleh insiden pada hari Minggu malam setelah para tetangga mencium bau gas yang tersebar di gedung.”
Ia juga mencatat bahwa polisi menemukan salah satu mayat di dekat pintu, sementara yang lain ditemukan di tempat tidur.
“Kami tidak memiliki rincian lebih lanjut, saya berharap pihak berwenang di Aljazair dan kedutaan Palestina di sana untuk melakukan semua yang diperlukan untuk memahami apa yang terjadi,” kata saudara Albana, dikutip Press TV.
Selama beberapa tahun terakhir beberapa ilmuwan Palestina telah terbunuh di seluruh dunia, sebagian besar kasus telah dikaitkan dengan badan spionase Mossad Israel.
Pada bulan April gerakan perlawanan Jihad Islam Palestina mengatakan agen mata-mata Israel Mossad berada di balik pembunuhan seorang dosen Palestina di Malaysia.





