SURIAH – Yordania mengatakan sudah 400 anggota badan pertahanan sipil Suriah, White Helmets, berhasil dievakuasi, setengah dari jumlah yang direncanakan.
Sebelumnya pada Sabtu (21/7/2018), Kementerian Luar Negeri Yordania mengatakan telah mengizinkan PBB untuk mengatur perjalanan sekitar 800 anggota White Helmets untuk alasan kemanusiaan.
Juru bicara kementerian luar negeri Mohamed al-Kayed mengatakan transfer relawan pertahanan sipil ke tiga negara Barat akan dilakukan dalam waktu tiga bulan. Negara barat tersebut adalah Inggris, Jerman dan Kanad.
Al-Kayed tidak mengungkapkan lokasi anggota Helm Putih sekarang tetapi mengatakan mereka akan tetap berada di area tertutup.
Dia menambahkan orang-orang Suriah hanya diizinkan lewat melalui Yordania karena alasan kemanusiaan.
Sementara dilansir MEMO, Senin (23/.7/2018), kepala White Helmets Riyad Salih mengatakan bahwa evakuasi para anggota White Helmets dan keluarga mereka diblokir oleh rezim Bashar al-Assad, yang pasukannya mengontrol perbatasan Suriah dengan Amman.
Bulan lalu, pasukan rezim Suriah melancarkan operasi militer yang luas – didukung oleh kekuatan udara Rusia – untuk merebut kembali provinsi Daraa yang dikuasai oposisi, yang memicu krisis pengungsian besar, dengan sekitar 350.000 warga sipil melarikan diri dari provinsi itu menuju daerah-daerah dekat perbatasan Yordania.





