Dua Keluarga Terjebak Arus Sungai Deras di Mojokerto Saat Selfie

Mojokerto  -Bagi anda yang hobi berselfie ria di sungai, insiden ini mungkin bisa dijadikan pelajaran agar berhati hati.
Ya, akibat selfie dan tak hati hati dua keluarga wisatawan terjebak di tengah arus Sungai Pandan Dusun Tanjunganom, Desa Tanjungkenongo, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Saat itu, sembilan orang dari dua keluarga ini tengah selfi di tengah sungai. Tapi tiba-tiba debit air meningkat dan menyeret mereka.

Upaya penyelamatan dua keluarga ini berlangsung dramatis. Karena warga sekitar yang mendengar permintaan tolong para korban harus menggunakan tambang plastik. Warga membentangkan tambang sepanjang 50 meter melintas di atas sungai tepat posisi para korban berada.

Tambang plastik tersebut diikat pada batu di tepi sungai sembari dipegangi oleh para pria warga sekitar. Sementara untuk mengangkat tubuh korban dari tengah sungai, warga menggunakan empat buah ban dalam mobil bekas yang lebih dulu dimasukkan ke tambang plastik.

Sejumlah warga menerjang derasnya arus Sungai Pandan sembari berpegangan pada tambang mendekati para korban. Satu per satu korban akhirnya bisa diselamatkan. Proses evakuasi pun berjalan satu jam untuk menyelamatkan sembilan orang tersebut. Para korban pun menolak dibawa ke rumah sakit lantaran tidak ada yang terluka.

Sembilan orang dari dua keluarga tersebut yakni keluarga Luluk (50) asal Kelurahan Kendangsari, Kecamatan Rungkut Surabaya dan keluarga Novi (44) asal Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Keluarga Luluk terdiri dari tujuh orang, Luluk dan anaknya, Reza Erdiansyah (17) serta lima saudara lainnya.

Diantaranya, Ilham (16), Lilik (46), Tisya (17), Keila (4) dan Arin (12). Ketujuh orang ini asyik berfoto di atas bebatuan tengah sungai yang berjarak sekitar 12 meter dari bibir sungai. Sementara Novi (44) dan putranya Eno (7) juga berada di tempat yang sama namun keduanya berjarak sekitar 6 meter dari bibir Sungai Pandan.

Salah satu korban, Reza Erdiansyah (17) mengatakan, ia dan keluarganya berfoto di bebatuan yang ada di tengah sungai yang berjarak 12 meter dari bibir sungai. Sementara, satu anggota keluarga lainnya, Isnaini (48) tak ikut berfoto dan menunggu di atas.

“Saat itu debit air sungai masih rendah dengan arus yang tak terlalu kencang. Sekitar 20 menit kami berfoto, tiba-tiba air sungai meninggi, arusnya sangat kencang. Semua panik karena terjebak di tengah derasnya arus sungai,” ungkapnya, Minggu (5/3/2017) seperti dilansir Beritajatim.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjunganom, Basori mengatakan, derasnya arus sungai membuat upaya penyelamatan harus menggunakan tambang plastik dan ban mobil bekas. “Proses penyelamatan sekitar satu jam, Alhamdulillah korban selamat semua,” ujarnya.

Advertisement