RIO DE JANEIRO (KBK) – Dua studi terpisah telah mendeteksi jejak virus Zika pada otak dua bayi yang lahir dengan microcephaly.
Pengumuman dari ilmuwan Senin (16/02/2016) semakin meyakinkan bahwa Virus Zika-lah yang menyebabkan kepala bayi menjadi kecil.
Dua studi tersebut dilakukan oleh Universitas Kepausan Katolik (PUC) dan Federal University of Rio de Janeiro (UFRJ), yang hasilnya telah dikonfirmasi dan dibenarkan oleh Oswaldo Cruz Foundation, pusat penelitian kesehatan terkemuka Amerika Latin.
Para ilmuwan dari laboratorium PUC, membuktikan bahwa virus Zika dapat ditularkan dari ibu hamil ke bayinya. Hal ini telah dipastikan dengan melihat jaringan otak bayi yang meninggal tidak lama setelah lahir karena peradangan otak. Di dalam jaringan tersebut ditemukan, Virus Zika.
“Kita bisa melihat ada hubungan antara Zika dan microcephaly,” kata Lucia Noronha, koordinator studi PUC.
Hasil serupa juga dibuktikan studi yang dilakukan oleh Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) di laboratorium Slovenia.
“Infeksi virus Zika dapat menyebabkan serangkaian malformasi otak, bukan hanya microcephaly. Seorang bayi dapat lahir dengan kepala berukuran normal dan memiliki malformasi lain. Kami telah melihat perubahan ke talamus dan dalam pengembangan otak kecil, antara lain masalah, “kata Amilcar Tanuri, seorang ilmuwan dengan UFRJ.
Seperti disitat KBK dari Xinhua, Selasa (16/2/2016), Studi UFRJ juga menemukan urutan genom virus Zika dalam otak dua bayi ‘.





