Dua TNI Bantu Bayar Biaya Sewa Ambulans untuk Jenazah yang terlantar di Pinggir Jalan

Ilustrasi

TASIKMALAYA – Jenazah seorang anak siswi SMP terlantar di pinggir jalan karena orangtuanya tak dapat membayar biaya sewa ambulans, namun beruntung ada dua anggota TNI Angkatan Udara dari Pangkalan Udara Wiriadinata Tasikmalaya yang memberikan bantuan.

Mereka berdua patungan menyewa ambulans untuk mengantar jenazah tersebut.

“Timbul empati atau rasa kemanusiaan untuk menolong sesama,” kata Kepala Penerangan Lanud Wiriadinata, Kapten Sus Ruslan Rambe, Senin (16/1/2017).

Rambe menjelaskan peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu pekan lalu dimana Serda Rudi dan Serda Dede sedang melaksanakan tugas jaga di Lanud. Tiba-tiba mereka melihat ada mobil pikap yang parkir di pinggir Jalan Basir Surya, tak jauh dari Lanud.

Serda Rudi mendekati mobil tersebut dengan maksud ingin menegur sopir yang parkir di dekat pintu pagar keluar kompleks Lanud.

Tidak disangka ternyata di dalam pikap ada jenazah remaja kelas 1 SMP. “Keluarganya bingung mencari ambulans untuk memulangkan jenazah ke rumahnya.”

Mereka bercerita bahwa remaja itu hendak dibawa ke rumah sakit untuk berobat. Ada tetangganya yang mengantar dengan mobil pikap.  “Namun di perjalanan, anak tersebut meninggal dunia,” jelas Rambe.

Sopir pikap tidak mau membawa jenazah korban kembali ke rumah duka maupun ke rumah sakit. Alasan sopir, kata Rambe, mobil itu dipakai untuk usaha dan takut terjadi urusan dengan hukum. “Dia niatnya hanya membantu.” tambahnya.

Jiwa kemanusiaan Serda Rudi membawanya untuk mencarikan ambulans. “Dia kasihan melihat jenazah yang sudah terbujur kaku. Dia juga tak tega melihat keluarga yang terus menerus menangis,” kata Rambe.

Serda Rudi akhirnya dapat menyewa ambulans dari daerah Condong. Dia membayar sewa ambulans secara patungan dengan Serda Dede. “Mereka patungan sewa ambulans,” jelas Rambe, dikutip dari Tempo.co.

Kepeduliaan yang tinggi dari dua prajurit TNI AU itu kini ramai di media sosial di Tasikmalaya. Banyak pengguna yang prihatin dengan kejadian ini. Ada juga yang mengkritik pemerintah karena tidak bisa menangani masalah ini.

Advertisement