ZAMBOANGA CITY – Presiden Rodrigo Duterte pada hari Selasa (24/10/2017), mengucapkan terima kasih kepada Australia, China, Rusia dan Amerika Serikat karena telah membantu membebaskan kota Marawi selatan dari teroris terkait ISIS pada pertemuan menteri pertahanan dari Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN).
Menteri Pertahanan dari 10 negara anggota ASEAN termasuk Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand dan Vietnam bersama dengan negara mitra dialog Australia, China, India, Jepang, Selandia Baru, Korea Selatan, Rusia dan Amerika Serikat menghadiri Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN ke-11 (ADMM) dan ADMM-Plus ke-4 di sebuah pangkalan udara AS di Clark di provinsi Pampanga.
Dalam sambutannya, Duterte mengambil kesempatan untuk berterima kasih kepada China dan Rusia atas senjata api yang mereka sumbangkan dan AS dan Australia atas bantuan intelijen dan militer mereka, menurut sebuah laporan oleh Rappler.
Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana juga mengakui “bantuan substansial” yang diberikan oleh negara-negara tersebut selama operasi tempur Filipina di Marawi dan kepastian mereka untuk terus mendukung perjuangan melawan terorisme di negara tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih (Menteri Pertahanan AS Jim Mattis) atas bantuan yang telah diberikan AS kepada kami dalam perang melawan terorisme di kota Marawi, yang menurut saya merupakan bantuan besar bagi kami, seperti penggunaan aset mereka seperti pesawat pengintai dan pesawat tak berawak,” kata Lorenzana, seperti dikutip oleh Kantor Berita Filipina.
Pemerintah Australia pada bulan Agustus mengalokasikan US$ 20 juta untuk bantuan selama empat tahun ke depan, karena hampir 300.000 orang yang mengungsi akibat bentrokan di Marawi yang memerlukan pertolongan makanan darurat dan persediaan lainnya senilai US$ 920.000 yang diumumkan pada bulan Juni.
Lorenzana mencatat bantuan China. Selain senjata senilai $ 392 juta yang diterima oleh Manila pada bulan Juni yang lalu dan awal bulan ini, pemerintah China telah menyumbangkan 35 unit alat berat yang akan membantu dalam rekonstruksi dan rehabilitasi Marawi.
Dikutip dari Anadolu, Pemerintah China juga menyumbangkan US$ 1,26 juta untuk perawatan tentara yang terluka dalam bentrokan di Marawi. Dan juga memberi bantuan US$97.000 untuk tentara yang tewas dan terluka dalam bentrokan tersebut dan satu lagi China menggelontorkan bantuan US$290.000 pada Juni lalu untuk mendukung operasi bantuan dan upaya rehabilitasi di kota yang dilanda perang tersebut.





