PADANG–Keceriaan terpancar dari wajah murid TK dan SD di Padang. Kehadiran dua pendongeng, Adiputra Septiantono (Kak Adip) dan Ade Muhammad Syafaat (Kak Ade) dari Tim Dongeng Ceria Management (DCM) Jakarta, sukses mengundang gelak tawa para murid di SDIT Buah Hati, SDI Al Ahzar, SDI Citra Almadina, SD Qu Ar Risalah, TK Kemala Bhayangkari, Khaira Ummah, SDIT Adzkia, SD Plus Lillah, dan SDIT Permata.
Bagaimana tidak? Aksi duo pendongeng ini amat kocak. Mereka mendongeng seputar kisah keseharian, fabel, dan berbagai jenis dongeng lain yang disajikan secara renyah dan kocak. Yang membuat anak-anak semakin antusias mengikuti, dongeng disisipi dengan sulap dan atraksi boneka tangan. Hiburan yang jarang-jarang bisa mereka saksikan secara langsung.
Tak lupa, sebagaimana tema Dongeng Ceria “Aku Pandai Menjaga Diri”, setiap dongeng yang disampaikan disisipi pesan moral untuk anak-anak untuk menjaga bagian-bagian tubuh mereka yang sensitif dari jangkauan orang lain.
“Dongeng Ceria ‘Aku Pandai Menjaga Diri’ merupakan event yang dilaksanakan Dompet Dhuafa Singgalang menggandeng DMC sebagai bentuk kecamanan dan antisipasi lembaga terhadap maraknya pemberitaan tentang kejahatan dan pelecehan seksual kepada anak. Efisiennya, anak-anak harus semenjak dini diajarkan untuk membentengi diri, sebagai antisipasi kejahatan seksual, dan pengenalan anggota tubuh yang wajib dijaga,” tutur Penanggung Jawab Event, Fera Marleni, Selasa (21/2).
“Mengapa Dongeng? Karena dongeng adalah salah satu metode penyampaian informasi yang dapat dilaksanakan secara massal. Dan dongeng merupakan kegiatan yang seru juga sangat disenangi anak. Dengan menyisipkan informasi dan pembelajaran dalam hal yang menarik dan disenangi anak, tentu mereka lebih mudah menangkap serta menerima pemahaman lebih cepat,” ungkap Kak Ade, yang dibenarkan oleh Kak Adip.
Event Dongeng ini tak hanya dilaksanakan di Padang, namun juga di dua kota besar, Padang Panjang dan Bukittinggi. Agenda berlangsung dari Senin hingga Kamis (20-23/2). Untuk Padang Panjang, Dongeng dilaksanakan di SDIT Al Maarif, Diniyah Padang panjang, dan Pesantren Serambi Mekah. Sedangkan untuk Bukittinggi, Dongeng dilaksanakan di SDIT Baiturrahim, dan SDIT Masyitah.
Selain membawa misi edukasi, agenda DCM merupakan serangkaian usaha yang digagas Sang Pendiri, Imam Surahman, dalam pengembangan aktifitas kemanusiaan di Jakarta, yakni pengumpulan donasi untuk pembangunan Rumah Yatim Seribu Pulau, bentuk kepedulian terhadap anak asuh yang berlatar yatim/piatu, dhuafa, anak korban bencana dan konflik untuk dirawat dan diasuh di Jakarta. Mereka dirawat, disekolahkan, serta dipenuhi kebutuhan hidupnya agar dapat menikmati kehidupan selayaknya kita. (nisa)




