Elisabeth Cornelis Buktikan Berbagi Tak Tersekat Identitas Agama

Ilustrasi: Lembaga Amil Zakat Dompet Dhuafa

JAKARTA – Elisabeth Cornelis, seorang kristiani menyumbangkan sebagian rezekinya ke konter Dompet Dhuafa yang ada di Cibinong City Mall (CCM), di penghujung Ramadhan lalu.

Perilaku Elisabeth yang terlahir dari orangtua yang berbeda agama, Ayahnya beragama kristen dan ibunya beragama islam, menjadi bukti jika kepeduliannya tidak tersekat-sekat oleh identitas agama semata.

“Pertemuan awal Saya dengan Dompet Dhuafa kala itu sekitar 2018. Ketika ibu saya sedang sakit kanker darah dan dirawat di RS Fatmawati. Namun beliau meninggal pada 8 Agustus 2018 lalu. Kala itu keluarga sedang kekuarangan biaya. Saya sempat bingung bagaimana mau membawa almarhumah ibu ke Bogor. Akhirnya Saya mencari-cari informasi dan sembari membuka google. Keluar banyak pilihan lalu Saya tertarik dengan artikel dari Dompet Dhuafa. Kemudian Saya lihat komen-komennya positif. Akhirnya saya ketemu nomor Ustadz Roi yang dari Ciputat. Lalu sekitar jam 03:00 dini hari, Saya memberanikan diri untuk menelepon,” ujar Elisabeth, saat dihubungi tim jurnalis Dompet Dhuafa pada Selasa (9/7/2019).

Keberaniannya untuk menelpon bersambut baik dan tersambung, serta diangkat oleh Ustadz Roi. Walaupun awalnya ia sendiri masih kurang begitu yakin. Mengingat jam 03:00 dini hari merupakan jam yang biasanya digunakan orang untuk tidur.

“Saya bilang, ‘bapak mohon maaf, Saya dapat nomor bapak dari google. Saya mohon bantuan transportasi ambulance dari Dompet Dhuafa.’ Tanpa banyak bicara Pak Ustadz langsung menanyakan posisi Saya di Fatmawati. Beliau bilang ‘supir saya akan tiba dalam satu jam.’ Sontak saya kaget, sambil bilang ‘ini benar?’ ‘Benar, kita akan membantu orang yang membutuhkan bantuan,’ lanjut Pak Ustadz.

Kala itu Elsabeth melanjutkan memberitahu jika dirinya non muslim, tapi ibunya muslim. “Lalu tahu apa jawaban Pak Roi? ‘Kita tidak melihat orang dari agama dan satu lagi saya minta dari ibu, jangan kasih apa-apa ke pegawai kami. Karena kami memang ikhlas membantu.’ Begitu jawabnya,” lanjutnya, kepada Fajar dari Dompet Dhuafa.

Lalu setelah almarhumah ibunda dari Elizabeth dimandikan, mobil ambulance Dompet Dhuafa hadir dan langsung mengantarkannya ke rumah duka di Bogor. Bahkan tim Badan Pemulasaran Jenazah (Barzah) Dompet Dhuafa mengantarkan hingga ke pemakaman.

“Puji Tuhan. Makanya kemarin saya bertemu dengan Mbak (Fatihah) ketika di CCM, Saya bilang terima kasih banget dengan Dompet Dhuafa. Saya juga sharing di lingkungan komplek, bahwa ada satu yayasan yang benar-benar ikhlas membantu tanpa tedeng aling-aling. Jadi jika suatu saat mereka membutuhkan bantuan ambulance, tidak ada kesusahan lagi yang mereka pusingkan. Karena ambulance itu susah mas. Kalau pun ada itupun biayanya luar biasa mahal.”

Kini Elisabeth mengaku selalu mengingatkan pada anaknya ketika hendak ke konter Dompet Dhuafa, ddengan memperkenalkan pada mereka Dompet Dhuafa lah yang menolong almarhumah neneknya. “Jadi anak Saya kenal kalau berbagi itu indah,” akunya.

Beliau berharap lewat donasi mampu membantu masyarakat-masyarakat yang membutuhkan. Melalui program-program Dompet Dhuafa.

“Saya bilang ke Mbaknya, terserah mau disalurkan ke program apa. Tapi Mbaknya di konter menyarankan untuk Sekolah Palestina. Saya tidak keberatan. Selama itu baik, saya tidak keberatan. Kalau saya sudah percaya sama orang, yakin kalau mereka akan melakukan yang terbaik,” tambahnya.

 

Advertisement