MALANG – Empat korban tewas kebakaran pabrik rumahan keripik tempe di Malang ditemukan dalam kondisi berpelukan, dan keempatnya berjenis kelamin wanita.
Jumlah korban tewas sebanyak lima orang dan kelimanya diduga lari ke dalam untuk menyelamatkan diri. Namun justru terjebak di dalam gudang atau salah satu ruangan di dalam pabrik. Korban diduga tewas karena menghirup karbon monoksida.
“Tidak ada jalan keluar di dalam, jalannya cuma satu di depan. Yang jelas karena asap menghirup kemudian terbakar,” ungkap Kapolres Malang Kota, AKBP Hoiruddin Hasibuan.
Hoiruddin memastikan seluruh korban merupakan karyawan pabrik. Saat kebakaran ada 7 karyawan dilokasi, dua orang lainnya mampu menyelamatkan diri dengan menerobos kobaran api.
“Kondisi korban terbakar hampir 99 persen tidak bisa dikenali. Makanya dibawa ke Kamar Mayat Rumah Sakit untuk di identifikasi kemudian diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan,” ucap Hoiruddin, dikutip beritajatim.
Pihaknya kini meminta bantuan tim Labfor Polda Jatim untuk mengungkap penyebab kebakaran di pabrik kripik, di Jalan Raya Candi V, Karangbesuki, Sukun, Kota Malang, pada Rabu, (4/10/2017), dimana akan dilakukan olah TKP hari ini.





