TERNATE – Kepala Basarnas Kota Ternate, Maluku Utara, Fathur Rachman mengatakan enam orang masih dinyatakan hilang akibat banjir bandang di Kelurahan Rua, Kota Ternate.
Sementara sebanyak 13 korban banjir bandang dilaporkan meninggal dunia.
Fathur menambahkan, untukmempercepat proses pencarian, alat berat seperti ekskavator sudah turunkan. “Namun, kendalanya cuaca masih hujan dan material longsor kebanyakan lumpur dan pasir, sehingga agak sulit untuk menuju ke titik-titik pencarian,” ujarnya.
Fathur menjelaskan, langkah prioritas Basarnas adalah membantu korban yang mengalami luka-luka sesegera mungkin mendapatkan pertolongan medis dengan membawa ke Rumah Sakit.
“Di RSUD sebanyak 6 orang, di RS swasta ada satu orang dan di RS TNI saat ini.  Total ada 8 orang dalam keadaan selamat yang sedang dalam perawatan,” katanya.
Fokus Basarnas, menurutnya, adalah proses evakuasi. Evakuasi akan dilakukan selama masa Tanggap Darurat. Jika melihat periode Tanggap Darurat yang ditetapkan Pemerintah Daerah adalah selama 14 hari.





