
Jakarta, KBKNews.id – Raksasa energi global, Shell, resmi melakukan regenerasi kepemimpinan di tanah air. Per 1 Mei 2026 mendatang, Andri Pratiwa akan resmi mengemban amanah sebagai Presiden Direktur sekaligus Country Chair Shell Indonesia. Ia menggantikan Ingrid Siburian yang telah mengawal perusahaan melalui berbagai fase transformasi sejak pertengahan 2022.
Langkah ini bukan sekadar pergantian wajah, melainkan sinyal kuat mengenai pergeseran strategi bisnis Shell di pasar domestik. Di tengah proses pengalihan lini bisnis SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) ke kemitraan Citadel Pacific Limited dan Sefas Group, penunjukan Andri dipandang sebagai upaya perusahaan untuk lebih agresif menggarap sektor-sektor dengan nilai tambah tinggi.
Mandat Ganda dan Ambisi Sektor Pelumas
Menariknya, Andri tetap akan mempertahankan posisinya sebagai General Manager Lubricants Indonesia. Penugasan ganda ini mencerminkan ambisi besar Shell untuk menjadikan bisnis pelumas sebagai tulang punggung pertumbuhan perusahaan di masa depan.
Dalam keterangan resminya pada Rabu (15/4/2026), Andri mengungkapkan rasa optimisnya dalam menahkodai perusahaan yang sedang memasuki babak baru ini.
“Saya berterima kasih atas kepercayaan untuk memimpin perusahaan dalam mendorong pertumbuhan sekaligus terus berkontribusi bagi perekonomian Indonesia. Kerja sama erat dengan mitra, pemerintah, dan pelanggan adalah kunci menciptakan nilai jangka panjang,” ungkap Andri.
Investasi nyata pun terus digelontorkan. Salah satunya melalui pembangunan pabrik manufaktur gemuk (grease) yang terintegrasi dengan fasilitas produksi pelumas eksisiting milik Shell di Marunda, Jakarta Utara.
Rekam Jejak 23 Tahun Sang “Orang Dalam”
Andri Pratiwa bukanlah sosok baru di lingkungan Shell. Ia merupakan veteran yang telah meniti karier di perusahaan ini selama 23 tahun. Memulai langkahnya sebagai B2B Key Account Manager pada 2003, kariernya terus menanjak hingga menduduki posisi strategis sebagai Managing Director Lubricants Indonesia sejak 2021.
Latar belakangnya yang kuat di sektor penjualan B2B dan industri pertambangan diharapkan mampu membawa angin segar bagi efisiensi operasional Shell di tengah persaingan pasar energi yang semakin kompetitif.
Transisi Mulus dan Fokus Portofolio
Sementara itu, Ingrid Siburian tidak lantas meninggalkan kapal. Ia akan melanjutkan perannya sebagai General Manager Mobility. Fokus utamanya saat ini adalah mengawal masa transisi kepemimpinan dan memastikan kelancaran operasional bisnis tetap terjaga hingga seluruh proses serah terima tuntas.
Perwakilan manajemen Shell Indonesia, Reza Fawzy, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi Ingrid, terutama dalam menavigasi perusahaan selama periode perubahan portofolio yang kompleks.
“Shell menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ingrid atas kepemimpinan dan kontribusinya, termasuk memimpin Shell Indonesia melalui periode transformasi ini,” tutur Reza dalam keterangan resminya.
Langkah strategis ini menandai fokus baru Shell Indonesia yang kini lebih menitikberatkan pada penyediaan solusi energi berkualitas tinggi dan pengembangan infrastruktur manufaktur pelumas, sekaligus menyelaraskan diri dengan dinamika ekonomi Indonesia yang terus berkembang.




