ANKARA – Pemimpin Turki ErdoganĀ mengatakan rencana Presiden AS Donald Trump untuk menarik pasukan militer dari Suriah harus dilaksanakan dengan hati-hati dan dengan “mitra yang tepat”.
Erdogan mengatakan Turki adalah satu-satunya negara yang dapat membantu sekutu NATO-nya menyelesaikan pekerjaan.
Dalam sebuah opini yang dipublikasikan di The New York Times pada hari Senin, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan AS melakukan pilihan yang tepat bulan lalu untuk menarik sekitar 2.000 pasukan AS dari Suriah.
Penarikan itu, kata Erdogan, harus direncanakan dengan hati-hati dan dilakukan dalam kerja sama dengan mitra yang tepat untuk melindungi kepentingan Amerika Serikat, komunitas internasional, dan rakyat Suriah.
āTurki, yang memiliki pasukan tetap kedua terbesar NATO, adalah satu-satunya negara dengan kekuatan dan komitmen untuk melakukan tugas itu,ā tulis Erdogan.
Kepala negara Turki lebih lanjut memperingatkan komunitas internasional agar tidak mengulangi kesalahan yang sama yang dilakukan Washington dan sekutunya di Irak.
Trump mengatakan AS akan meninggalkan Suriah karena misi untuk mengalahkan kelompok teror ISIS telah tercapai.
“Pelajaran dari Irak, di mana kelompok teroris ini lahir, adalah bahwa deklarasi kemenangan prematur dan tindakan sembrono yang cenderung mereka pacu menciptakan lebih banyak masalah daripada yang mereka pecahkan,” tulis Erdogan.





