KEDIRI – Fenomena sumur amblas di Kediri, Jawa Timur semakin meluas, bahkan kini sudah mencapai hingga ratusan, dan hal tersebut mengakibatkan warga kesulitan air bersih.
Kepala Desa Manggis, Mujiran mengungkapkan jika jumlah total sumur yang amblas hingga saat ini sebanyak 131 sumur. Dari jumlah tersebut terdapat 957 sumur yang berkondisi normal dan 110 sumur keruh.
Mujiran mengatakan, jumlah sumur yang ambles sejak sepekan terakhir ini terjadi di sejumlah dusun di Desa Manggis. Di antaranya, Desa Manggis terbagi di 5 dusun, yakni Dusun Nanas, Jambean, Dorok, Manggis dan Ringinbagus. Dari 5 dusun terdapat sebanyak 1.198 sumur.
Saat ini, kata dia, warga setempat mendapat bantuan air dari perusahaan Gudang Garam. Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, yang memantau lokasi kejadian (2/5/2017), seperti dilansir merdeka.com, mengatakan berjanji akan menyiapkan anggaran untuk membantu pembangunan kembali sumur warga yang ambles.
Menurutnya kini pemerintah akan menutup kembali tanah yang ambles di sekitar sumur, kemudian digali kembali dengan menggunakan bor dengan kedalaman 25 meter.
Sebelumnya, Sabtu (29/4/2017) Tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung sudah mulai melakukan penelitian terhadap fenomena alam tersebut. Penelitian dilakukan bersama Ahli Tanah dari Institut Teknologi Surabaya (ITS) dan ESDM Provinsi Jawa Timur.
Herry Purnomo, Ketua Tim Tanggap Darurat Pergerakan Tanah PVMBG mengatakan, penelitian meliputi permukaan air, struktur tanah, amblesan dan busa yang ditimbulkan. Dari pengamatan sementara PVMBG, fenomena alam ini biasa terjadi di daerah vulkanik sekitar gunung. Hal ini sesuai karena Kecamatan Puncu, berada di Lereng Gunung Kelud.
“Kedatangan kami kemari adalah untuk meneliti fenomena sumur ambles ini dan menenangkan masyarakat. Gejala fenomena alam ini bisa terjadi di daerah vulkanik, karena endapan muda pasir yang sewaktu waktu masih bisa terjadi penurunan atau pelarutan air dibawah tanah,” jelasnya, dikutip beritajatim.
PVMBG akan meneliti lapisan tanahnya untuk mengetahui seberapa besar rongganya. Kemudian bersama Tim Hydrogeologi, akan mengkaji seberapa besar aliran air di dalam tanah. Seluruh sumur ambles akan didata dan dipetakan. Kemudian dianalisis dan dimodelkan.
Sumur





