JAKARTA, KBKNEWS.id – Fenomena minimnya murid baru terjadi di sejumlah sekolah negeri pada awal tahun ajaran 2026/2027.
Meski hanya menerima satu hingga lima siswa baru, sekolah tetap menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai bagian dari penyambutan peserta didik.
Kondisi ini ditemukan di berbagai daerah. Di Bandar Lampung, SD Negeri 1 Gedung Meneng hanya menerima dua siswa baru. Di Semarang, SDN Purwoyoso 01 memperoleh tiga murid baru, sementara di Kota Magelang beberapa SD hanya mendapat tiga hingga empat siswa.
Bahkan, di Kabupaten Blitar terdapat tiga SD negeri yang tidak menerima murid baru sama sekali.
Di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, Dinas Pendidikan memperpanjang masa penerimaan murid baru karena masih banyak sekolah yang belum memenuhi kuota.
Beberapa SMP hanya memperoleh dua hingga enam pendaftar, sedangkan belasan SD belum mendapatkan siswa baru sama sekali.
Berbagai faktor menjadi penyebab minimnya jumlah peserta didik, mulai dari perubahan demografi, berkurangnya jumlah anak usia sekolah di sekitar lingkungan sekolah, lokasi sekolah yang jauh dari permukiman, hingga persaingan dengan sekolah lain.
Meski demikian, para guru tetap berupaya memberikan layanan pendidikan terbaik dan menyelenggarakan MPLS dengan semangat agar para siswa baru dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan sekolah.
Pemerintah daerah juga terus melakukan evaluasi dan mencari solusi agar sekolah-sekolah yang kekurangan murid tetap dapat memberikan layanan pendidikan secara optimal serta memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.





