Fiji Berusaha Bangkit Setelah Dilanda Siklon Josie

FIJI – Perdana Menteri Fiji mengatakan negara kepulauan Pasifik itu berjuang untuk bertahan hidup karena perubahan iklim membawa badai siklon mematikan.

Frank Bainimarama mengatakan Fiji telah memasuki “era baru yang menakutkan” dari cuaca ekstrem yang harus dihadapi.

Komentarnya muncul setelah Topan Josie menyebabkan kematian dan banjir di pulau utama Fiji, Viti Levu, pada akhir pekan.

Pada 2016, angin topan melanda Fiji yang menyebabkan 44 orang tewas dan memusnahkan sepertiga produksi ekonomi negara itu.

Empat orang tewas dalam banjir besar yang disebabkan oleh Cyclone Josie, menurut kantor berita Reuters.

“Kami sekarang berada pada tingkat ancaman yang hampir konstan dari peristiwa cuaca ekstrim ini,” kata Bainimarama pada hari Selasa (3/4/2018), menambahkan bahwa siklon kuat di wilayah itu menjadi “lebih parah” sebagai akibat dari perubahan iklim.

“Kami perlu menyampaikan pesan itu dengan keras dan jelas ke seluruh dunia tentang kebutuhan mutlak untuk menghadapi krisis ini,” katanya.

“Sebagai sebuah bangsa, kami mulai membangun ketahanan kami dalam menanggapi era baru yang menakutkan yang ada pada kami,” tambahnya.

Advertisement