File Epstein Dibuka, Sebut Nama Elite Dunia

Rilis besar dokumen penyelidikan terhadap mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein, File Epstein menyeret banyak nama elite global. (Foto: Jon Elswick/AP)

Jakarta, KBKNews.id – Rilis besar dokumen penyelidikan terhadap mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein, File Epstein kembali mengguncang perhatian publik global. Arsip yang dibuka oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (U.S. Department of Justice/DOJ) itu memuat nama-nama tokoh berpengaruh dunia dari berbagai bidang—mulai dari politik, bisnis, kerajaan, hingga hiburan.

Meski banyak figur ternama tercantum dalam berkas tersebut, aparat penegak hukum menegaskan satu hal penting. Tidak ada dakwaan pidana yang diajukan terhadap para tokoh yang namanya muncul dalam dokumen ini.

Namun demikian, terbukanya arsip tersebut memperlihatkan luasnya jejaring sosial Epstein di kalangan elite internasional. Hal itu sekaligus memicu kembali perdebatan soal akuntabilitas dan transparansi.

Dibuka Berdasarkan Undang-Undang Transparansi

Mengutip laporan PBS News, Senin (2/2/2026), dokumen yang dirilis merupakan bagian dari jutaan halaman arsip yang dibuka ke publik berdasarkan Undang-Undang Transparansi File Epstein. Materi yang dipublikasikan mencakup ratusan ribu email, ribuan rekaman video, serta puluhan ribu foto yang merekam interaksi sosial Epstein dengan berbagai tokoh dunia.

Pejabat DOJ menyatakan, keberadaan nama dalam dokumen tidak dapat diartikan sebagai bukti keterlibatan dalam tindak pidana. Melainkan, menunjukkan adanya kontak, komunikasi, atau pertemuan dalam konteks sosial, bisnis, maupun profesional.

Nama-Nama yang Paling Banyak Disorot

Sejumlah figur global menjadi sorotan karena intensitas kemunculan namanya atau konteks relasi yang terekam dalam dokumen.

Andrew Mountbatten-Windsor, mantan Pangeran Inggris, menjadi salah satu nama yang paling sering disebut. Ia pernah dituduh oleh Virginia Roberts Giuffre telah melakukan hubungan seksual dengannya saat ia masih berusia 17 tahun. Tuduhan tersebut secara konsisten dibantah.

Arsip menunjukkan undangan makan malam di lingkungan istana hingga foto yang memicu spekulasi publik. Pada akhir tahun lalu, Raja Charles III mencabut gelar kerajaan Andrew.

Sarah Ferguson, Duchess of York, tercatat pernah menerima bantuan finansial dari Epstein untuk melunasi utangnya. Meski sempat menyatakan tak akan lagi berhubungan dengan Epstein, dokumen menunjukkan adanya komunikasi lanjutan dalam bentuk permintaan nasihat pribadi. Epstein dalam salah satu balasan emailnya membela diri dari stigma publik, menyebut pemberitaan media sebagai tidak adil.

Di sektor teknologi, nama Elon Musk muncul dalam korespondensi tahun 2012–2013 terkait kemungkinan kunjungan ke pulau pribadi Epstein. Musk menegaskan dirinya menolak ajakan tersebut.

“Epstein mencoba mengajak saya ke pulau miliknya dan saya MENOLAK,” tulis Musk di platform X pada 2025.

Pendiri Virgin Group, Richard Branson juga tercatat bertukar email dengan Epstein. Salah satu pesan bernada bercanda menjadi sorotan publik. Namun pihak perusahaan menegaskan hubungan mereka terbatas dan tidak melibatkan pelanggaran hukum.

Tokoh Politik AS dan Dunia

Dokumen juga memuat ribuan referensi mengenai Donald Trump, terutama dalam konteks pemberitaan media dan isu kebijakan sebelum hubungan keduanya memburuk. Wakil Jaksa Agung AS, Todd Blanche menyebut FBI menerima ratusan laporan terkait tokoh terkenal, namun sebagian besar dinilai tidak kredibel.

Sementara itu, Bill Clinton tercatat pernah berada di lingkungan Epstein lebih dari dua dekade lalu. Salah satunyam Clintonpernah beberapa kali menggunakan pesawat pribadi Espstein.

Perwakilan Clinton menegaskan seluruh hubungan terputus setelah Epstein pertama kali didakwa pada 2006. SElain itu juga tidak pernah ada tuduhan pidana terhadap Clinton dalam kasus ini.

Dari Israel, mantan Perdana Menteri, Ehud Barak mengakui beberapa kali bertemu Epstein dan menggunakan pesawat pribadinya. Namun ia menegaskan tidak pernah menyaksikan aktivitas ilegal atau tidak pantas.

Dunia Bisnis, Hiburan, dan Olahraga

Nama Steven Tisch, pemilik New York Giants, muncul lebih dari 400 kali dalam dokumen. Ia mengakui pernah berkomunikasi dengan Epstein, namun menyesali hubungannya tersebut.

“Saya sangat menyesal pernah berasosiasi dengannya,” ujarnya.

Presiden Komite Olimpiade Los Angeles 2028, Casey Wasserman, tercatat bertukar email bernada personal dengan Ghislaine Maxwell pada 2003. Wasserman menyatakan tidak memiliki hubungan pribadi maupun bisnis dengan Epstein dan menyesalkan korespondensi tersebut. Maxwell sendiri kini menjalani hukuman 20 tahun penjara.

Di sektor akademik dan kebijakan ekonomi, Larry Summers, mantan Menteri Keuangan AS dan eks Presiden Universitas Harvard, mengakui komunikasi dengan Epstein hingga 2019. Ia menyebut relasi tersebut sebagai kesalahan penilaian besar.

Nama lain yang tercatat antara lain Howard Lutnick, Sergey Brin, hingga Steve Bannon, dengan berbagai konteks interaksi. Seluruhnya belum berujung pada proses hukum pidana.

Dampak Politik dan Diplomatik

Salah satu konsekuensi paling nyata muncul di Eropa Timur. Miroslav Lajcak, penasihat keamanan nasional Perdana Menteri Slovakia, mengundurkan diri setelah dokumen menunjukkan komunikasi masa lalunya dengan Epstein. Lajcak menegaskan seluruh interaksi dilakukan dalam kapasitas diplomatik dan tidak melanggar hukum.

Deretan Nama Global Lainnya

Selain tokoh-tokoh di atas, arsip Epstein juga menyebut banyak figur dunia lainnya. Tremasuk Michael Jackson, Leonardo DiCaprio, George W. Bush, Hillary Clinton, Tony Blair, Mohammed bin Salman, Michael Bloomberg. Bahkan ada sejumlah selebritas, pengusaha, dan pejabat tinggi dari Timur Tengah, Eropa, dan Asia.

Jaringan Luas, Pertanyaan Tak Pernah Padam

Terbukanya file Epstein kembali menegaskan satu fakta utama, Jeffrey Epstein membangun jejaring sosial yang sangat luas di kalangan elite global. Meski mayoritas tokoh yang disebut menolak keterlibatan dalam kejahatan seksual dan tidak menghadapi tuntutan hukum, publik tetap mempertanyakan bagaimana relasi kuasa, akses, dan privilese memungkinkan Epstein beroperasi selama bertahun-tahun.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here