PHNOM PENH (KBK) Wabah virus H5N1 atau flu burung menyebabkan ribuan bebek tewas di Siem Reap, Kamboja dan Provinsi Battambang, Kamboja.
Sekitar 2.100 bebek yang terinfeksi mati di Battambang dan 180 lainnya di Siem Reap pada 12 November 2015 lalu.
Data tersebut disampaikan Organisasi Kesehatan Hewan Dunia yang diterbitkan pada hari Senin lalu.
“Saat ini, Kamis (19/11/2015) sekitar 8.800 bebek di negeri ini tetap rentan terhadap penyakit tersebut,” tulis Xinhua.
Burung yang terinfeksi berasal dari ternak yang dipelihara di halaman belakang. Bebek tersebut bebas berkeliaran di kawasan tersebut.
“Setelah diberitahu oleh pemilik yang memiliki ternak bebek yang sakit dan sekarat, dinas kesehatan hewan provinsi segera meninjau lokasi kejadian untuk menyelidiki dan mengambil beberapa sampel,” kata juru bicara dinas kesehatan. “Hasil sampel mengkonfirmasikan bebek-bebek tersebut positif diserang virus H5N1.”
Ly Sovann, Direktur Departemen Kementerian Kesehatan Kamboja urusan Pemberantasan Penyakit Menular menyatakan, wabah tersebut belum menyebar ke manusia.
“Kami mengirim tim respon pada hari Selasa untuk memantau kesehatan manusia dari orang-orang yang tinggal di dekat lokasi bencana. Sampai saat ini, belum ditemukan manusia yang terpapar,” ujar Ly Sovann.
Dikatakan Ly Sovann, kasus terakhir flu burung menulari manusia di Kamboja, sekitar Maret 2015. Namun sampai saat ini Departemen Pertanian belum memberikan pernyataan mengenai berjangkitnya wabah terbaru.




