NORWEGIA – Sebuah kelompok anti-imigran di Norwegia telah banyak ditertawakan karena salah mengira foto sebuah kursi kosong dan memposting di media sosial dengan mengatakan bahwa di foto tersebut adalah enam wanita muslim mengenakan burqa.
Foto tersebut juga telah memicu perdebatan sengit di antara para anggotanya. Seorang pria fotografer, Johan Stallavik yang berbagi foto tersebut memberi judul “Apa pendapat orang tentang ini?”
Slattavik Mengatakan bahwa itu hanya “lelucon praktis” untuk melihat bagaimana orang akan bereaksi terhadap apa yang sebenarnya mereka pikirkan.
Berbicara kepada WorldViews, ia berbicara, “Saya mengunggah foto itu untuk melihat apa yang terjadi,” katanya, menambahkan bahwa dia terkejut begitu banyak orang salah karenanya.
Para anti imigran muslim menggambarkan pemandangan yang tampak menakutkan, “Ini terlihat sangat menakutkan, harus dilarang. Anda tidak akan pernah tahu siapa yang ada di bawah sana. Bisa jadi teroris dengan senjata. ” ujar salah satu anggota anti imigran, dikutip Independent.
Ini terjadi setelah pemerintah Norwegia mengajukan larangan burqa di awal tahun ini. Burqa telah menjadi titik perdebatan Eropa mengenai integrasi, ekstremisme dan kebebasan beragama dalam beberapa tahun terakhir, dengan Prancis yang pertama kali menerapkan larangan burqa secara nasional pada bulan April 2011.
Belgia dan Bulgaria mengikuti, dengan larangan sebagian atau regional sekarang berlaku di Italia, Spanyol, Denmark dan Swiss.
Parlemen Jerman, Austria dan Belanda telah memilih untuk mendukung larangan parsial terhadap cadar Islam wajah penuh, namun belum ada undang-undang yang berlaku.





