LAMONGAN – Nenek Murip, pemulung asal Lamongan tak berhenti berucap syukur karena ia berhasil menjadi salah satu peserta haji embarkasi Surabaya tahun ini setelah ia menabung sedikit demi sedikit.
Nenek asal Desa Bulubrangsi, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan menabung hasil memulung sampah serta memijat untuk kemudian mendaftar haji tujuh tahun lalu.
Mbah Murip, sapaan akrabnya, mengaku memiliki keinginan untuk berangkat haji sejak usia 30 tahun dan sejak saat itu mulai menabung mengumpulkan uang hasil dari mengumpulkan sampah.
Pada 2010 ia memberanikan diri mendaftar setelah uang tabungannya mencapai Rp20 juta yang akhirnya digunakan untuk ongkos naik haji. Sejak saat itu, janda empat anak tersebut selalu menyisihkan uangnya setiap hari antara Rp20-50 ribu hasil memulung sampah dan sesekali memijat orang.
“Syukurlah rejeki selalu ada. Meskipun miskin, jangan lupa selalu beramal karena rejekinya akan bertambah,” kata nenek berusia 70 tahun tersebut.
Selama berada di Tanah Suci nanti, ia berharap doanya terkabul dan dihapus dosa-dosanya oleh Allah SWT dan mendoakan anak-anaknya.
“Semoga anak-anak hidupnya selalu diridhoi dan mereka juga bisa berangkat naik haji,” ucapnya, berharap, dikutip Antara.





