Frustasi dengan Kondisi Ekonomi Gaza, Pria Palestina Bakar Diri

Ilustrasi

GAZA – Seorang warga Palestina berusia 20 tahun mmebakar dirinya sendiri pada Minggu (20/5/2018) dengan dugaan motif putus asa atas kondisi hidup Gaza yang mengerikan.

Bunuh diri sangat dilarang dalam Islam dan kasus-kasus jarang terjadi di Gaza yang konservatif tetapi banyak dilaporkan pada tahun lalu.

Beberapa kasus bakar diri juga telah dilaporkan di Gaza selama beberapa tahun terakhir.

Dalam video yang dibagikan Fathi Harb, di media sosial, secara terang-terangan dia menunjukan dirinya membakar diri depan sebuah bangunan perumahan, sementara para penonton langsung segera memadamkan api dengan karpet dan air.

Majda, ibu pria muda itu, mengatakan kepada The Associated Press bahwa sehari sebelumnya putra sulungnya dalam kondisi kritis dan tidak sadar di rumah sakit Shifa di kota Gaza.

Majda mengatakan dia tidak tahu pasti apa yang menyebabkan Fathi menyakiti dirinya sendiri. Dia mengatakan diduga anaknya merasa tidak berdaya karena situasi ekonomi yang keras di Gaza.

“Apa yang bisa dilakukan pria ketika istrinya melahirkan dan dia tidak memiliki uang untuk dokter, popok dan susu?” Katanya.

Fathi adalah seorang buruh yang mencari pekerjaan apa saja yang dibayar. Dia telah bekerja sebagai pelayan di pesta pernikahan.

Kepala unit rumah sakit, Nafez Abu Shaban, mengatakan Fathi mengalami luka bakar tingkat dua dan tiga di hampir setengah tubuhnya dan juga menderita luka serius akibat menghirup asap.

“Dia dalam kondisi yang sangat berisiko dan kritis,” kata Abu Shaban.

Kakek Fathi, Said, menyalahkan blokade dan juga pembagian Palestina karena “membunuh mimpi para pemuda seperti Fathi.”

Diketahui Gaza telah berada di bawah blokade oleh Israel dan Mesir sejak Hamas mengambil alih wilayah itu pada tahun 2007. Blokade telah menghancurkan ekonomi Gaza, membuat hampir mustahil bagi orang untuk masuk dan keluar dari wilayah itu, dan meninggalkan penduduk hanya dengan beberapa jam listrik sehari . Selain itu, air keran pun tidak dapat diminum dan pengangguran meningkat sebesar 45 persen.

Israel mengatakan pembatasan itu penting untuk mencegah Hamas, kelompok militan yang bersumpah untuk menghancurkan Israel, dari memperoleh senjata. Para pengeritik mengatakan blokade itu sama saja dengan hukuman kolektif terhadap 2 juta orang Gaza.

Advertisement