JEDDAH – Sumiyati Lumoh Sarip, seorang jamaah haji asal Riau tertunda kepulangannya ke Batam, Kepulauan Riau bersama rombongannya di kloter BTH 01, karena paspornya hilang.
Nenek Sumiyati terpaksa harus berurusan dengan pihak Imigrasi Bandara King Abdul Aziz Jeddah, dan ia terus menangis karena tidak dapat pulang sesuai jadwal bersama rombonogannya.
Dengan terus menangis, Sumiyati menceritakan kronologi kehilangan paspor yang dia alami. Saat ada razia barang-barang bawaan, Sumiyati yang menaruh paspornya di tas kecil mengaku lupa karena tas tersebut dia buang lantaran tak boleh dibawa naik ke pesawat.
“Saya sudah di bandara, dan makan. Saya lupa, tas kecil saya buang ke tempat sampah, padahal di situ ada paspornya,” cerita Sumiyati sambil terisak di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, seperti dilaporkan merdeka.com.
Tas Sumiyati dibuang lantaran oleh maskapai Garuda, penumpang dilarang membawa bawaan lain kecuali satu kopor dan satu tas tentengan yang dimasukkan di kabin pesawat.
Sadar tas yang berisi paspor tersebut telah dibuang ke tempat sampah, Sumiyati lalu mencari kembali tas itu namun sudah tidak ada lantaran sampah sudah dibersihkan oleh petugas. “Padahal di tas itu ada sertifikat haji juga,” urainya sambil terus menangis.
“Saya mau ngapain saja deh asal bisa pulang,” imbuhnya.
Sementara itu Daker Bandara PPIH Arab Saudi pun langsung bergerak setelah menerima laporan nenek Sumiyati. Kepala Daker Bandara Nurul Badruttamam meminta Konjen RI untuk menerbitkan SPLP (Surat Pengganti Laksana Paspor) sebagai pengganti sementara paspor nenek Sumiyati.
“Ibu Sumiyati nanti kalau suratnya sudah jadi kalau tidak kekejar waktunya akan diikutkan di penerbangan selanjutnya, BTH 02,” kata Nurul kepada Sumiyati di kantor Daker Bandara.
Beruntung, setelah salah satu perwakilan Daker Bandara bergerak ke Konjen Jeddah, dengan membawa berkas-berkas yang diperlukan untuk menerbitkan SPLP, akhirnya ia bisa pulang pukul 02.00 Minggu (18/9/2016) waktu setempat bersama rombongan lain.
“Tidak apa-apa saya terlambat, asal bisa pulang. Sudah kangen sama cucu,” kata Sumiyati sambil terus menangis.





