Gajah Injak 10 Pengungsi Rohingya Hingga Tewas, PBB Tingkatkan Keamanan

BANGLADESH – PBB mengatakan pada Selasa (6/3/2018) jika gajah yang mencari makanan telah menginjak-injak 10 pengungsi Rohingya sampai tewas dalam beberapa insiden.

PBB juga mengumumkan sebuah rencana baru untuk mendorong “koeksistensi yang aman” antara hewan dan permukiman pengungsi yang luas.

Sekitar 700.000 orang dari komunitas Rohingya Myanmar telah melarikan diri dari perbatasan ke Bangladesh sejak Agustus, menyusul tindakan keras tentara yang PBB katakan berkaitan dengan kampanye “pembersihan etnis” yang terus berlanjut.

Kamp pengungsian telah melonjak di daerah perbatasan Bangladesh Cox’s Bazar, termasuk Kutupalong yang sekarang merupakan kamp pengungsi terbesar di dunia.

Kondisi kehidupan bagi para pengungsi tetap sangat sulit meski ada respon internasional yang meningkat, namun badan pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan ancaman dari gajah telah muncul sebagai perhatian baru.

“Kawasan yang sekarang diduduki pemukiman pengungsi Kutupalong telah lama menjadi habitat penting bagi Gajah Asia. Ada sekitar 40 gajah di daerah tersebut dan mereka bergerak antara Bangladesh dan Myanmar untuk mencari makanan,” kata badan yang berbasis di Jenewa tersebut dalam sebuah pernyataan, dilansir AFP.

“Ketika gajah liar berusaha melewati perkemahan mereka pasti berhubungan dengan orang-orang, di situlah bahaya muncul.”

“Tragisnya 10 pengungsi telah dibunuh oleh gajah yang ketakutan di dalam permukiman. Orang lain telah terluka dan kehilangan harta benda kecil yang mereka miliki,” pernyataan tersebut mengatakan lebih lanjut.

UNHCR mengumumkan telah membentuk kemitraan dengan Serikat Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN), yang memiliki pengalaman di Bangladesh membantu orang-orang hidup bersama dengan gajah liar.

Rencananya termasuk pelatih yang bisa mengajari pengungsi bagaimana merespons saat gajah mendekat, termasuk dengan menghalangi masuk kamp.

Advertisement