spot_img

Hari Wayang Indonesia

AKHIR Februari 2018 lalu Senawangi (Sekretaris Nasional Wayang Indonesia) dadi TMII menetapkan,  tanggal 7 Nopember sebagai Hari Wayang Indonesia. Mulai Nopember tahun ini diharapkan bisa diperingati saban tahun. Aneh memang; Unesco (PBB) saja mengakui wayang sebagai budaya dunia, tapi mengapa generasi mudha Indonesia justru tak peduli. Mereka justru bangga dengan budaya asing (Barat).

Pada pameran Rembug Nasional Pendidikan & Kebudayaan (RNPK) di Pusdiklat Kemendikbud, Sawangan, Depok belum lama ini, terdapat stand tentang pembuatan wayang. Adalah pemuda Supriyadi (36),  tangannya begitu lincah menatah wayang kulit dengan tokoh Prabu Puntadewa. Halus garapannya. Tapi ketika ditanya apa wanda (gaya dan karakter) wayang yang tengah dipahatnya, anak muda asal Wonogiri (Jateng) itu tak bisa menjawab.

Supriyadi beralasan, para dalang yang pesan wayang padanya sama sekali tak pernah menentukan sejauh itu. Asal tokoh wayang yang dipesannya sesuai ukuran dan enak dipakai mendalang, sudahlah cukup. Maka ini sangat jauh beda dengan pemahat wayang jaman old, seperti Kasidi-Jatisrono (Wonogiri) atau RM Sayid dari Surakarta. Mereka ahli melukis dan membuat wayang di jamannya, tapi juga sangat menguasai soal wanda-wanda wayang yang dibuatnya.

Tapi Supriyadi masih lumayanlah, dia masih memiliki kecintaan pada wayang yang sekaligus menjadi sandaran hidupnya. Tapi anak muda jaman now lainnnya? Dalang Ki Enthus Susmana pernah jengkel ketika melihat sekelompok pelajar SMA terheran-heran melihat Kidalang membawa sejumlah wayang. Penyebabnya, pertanyaan mereka sungguh naif sekaligus ironis, “Pak, ini jenis burung apa ya?” Di mata para pelajar SMA jaman now, hidung wayang itu dianggap sebagai paruh seekor burung. Bayangkan!

Sederet kisah di atas adalah sekedar gambaran betapa wayang mulai dilupakan generasi jaman now. Banyak alasan mengapa mereka tak lagi melirik budaya adiluhung warisan para leluhur itu. Ada yang mengatakan, durasi pertunjukan sampai 7-8 jam, sungguh bikin capek dan ngantuk. Bahasanya yang 50 % Jawa Kawi, juga menjadi awam bagi orang Jawa jaman now sekalipun. Perwayangan juga selalu berkisah konflik antar kerajaan, jarang sekali menyentuh tentang kerakyatan.

Kerangka adegan juga sangat monoton dan membosankan, sehingga wayang menjadikan generasi muda jaman now tak lagi tertarik. Mereka ingin yang lebih praktis, selaras dengan kesibukan masa kini. Ada memang sejumlah dalang yang mencoba ber-“revolusi”, seperti Ki Enthus Susmono (Tegal), Ki Anom Suroto (Surakarta), Ki Manteb Sudarsono (Karanganyar). Mereka mengizinkan pesiden berjoged, adegan lawak dioperkan pada pelawak. Gara-gara ini, adegan Limbukan dan Goro-goro bisa makan waktu masing-masing 2 jam. Padahal biasanya, adegan tersebut cukup 30 menit saja.

Ketika generasi muda sudah tak suka nonton wayang, sebetulnya kecintaan akan wayang bisa dipupuk lewat membaca. Bertebaran buku-buku wayang. Tapi sayangnya, anak muda jaman now juga semakin malas membaca. Sebuah survei mengatakan, dari 1.000 orang Indonesia, hanya seorang yang gemar membaca.

Sekarang, tak perlu sedu sedan itu; begitu kata penyair Chairil Anwar. Wayang sudah mulai ditinggalkan dan dilihat dengan sebelah mata oleh generasi jaman now. Padahal, ketika bangsa kita sudah ngemohi budayanya sendiri, orang asing justru banyak yang gandrung karenanya. Bahkan lembaga internasional Unesco (PBB), sejak 7 Nopember 2003 mengakui bahwa wayang sebagai World Master Piece of Oral and Intangible Heritage of Humanity. Artinya, nilai adiluhung wayang bukan saja milik Indonesia, tapi juga menjadi milik dunia. Jangan heran bila saatnya nanti, wayang makin moncer di manca negara, tapi di negeri sendiri justru sudah dilupakannya.

Hari pengakuan Unesco tanggal 7 Nopember 2003 tersebut, kini oleh Senawangi dan Pepadi dijadikan Hari Wayang Indonesia. Bulan Nopember mendatang, diharapkan bisa diperingati dengan meriah. Tambah gayeng lagi jika Presiden Jokowi berkenan hadir. Semoga beliau ada waktu, seantusias beliau jika nonton konser musik Barat. (Cantrik Metaram).

spot_img

Related Articles

spot_img

Latest Articles