Gedung Putih Bantah Pembatalan Kunjungan Wapres ke Yerusalem karena Demonstrasi

Protes warga Palestina/ AFP
WASHINGTON – Wakil Presiden AS Mike Pence telah membatalkan kunjungan ke Yerusalem, yang tadinya ia berencana melakukan perjalanan ke Israel dan Mesir pada Selasa (19/12/2017).

Pejabat Gedung Putih menolak bahwa pembatalan tersebut terkait dengan demonstrasi besar-besaran di Palestina dan bagian Timur Tengah lainnya atas pengakuan Trump baru-baru ini terhadap Yerusalem al-Quds sebagai ibukota Israel.

Alasan penundaan tersebut dikatakan akibat  pemungutan suara yang akan datang di Senat AS, yang dapat memerlukan dukungan wakil presiden.

“Pemungutan suara masih dalam kondisi sangat baik, tapi kami tidak mau mengambil risiko apapun,” kata seorang pejabat senior pemerintah. “Kami memiliki beberapa senator yang jelas tidak dapat hadir di sana untuk pemungutan suara dan Wakil Presiden merasa penting baginya berada di sini untuk memotong pajak terbesar sepanjang sejarah.”

Pada tanggal 6 Desember, Trump mengatakan bahwa dia mengakui Yerusalem  sebagai ibu kota Israel dan bersumpah sekali lagi untuk memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke kota tersebut, yang oleh penduduk Palestina dianggap sebagai ibukota mereka.

Dianggap sebagai “teman baik untuk orang Yahudi” oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Trump telah memperbaiki hubungan dengan Israel yang telah menjadi busuk di bawah mantan Presiden Obama.

Rezim Israel, sementara itu, terus melakukan tindakan ekspansionis di Palestina saat terlibat dalam kekejaman terhadap negara Muslim tersebut.

Advertisement