JAKARTA – Di usianya yang makin senja tak banyak yang bisa dilakukan oleh Sukarmo (83) dan Pini (75). Setiap hari lansia itu hanya merawat seeokor sapi yang tinggal satu rumah dengannya.
Hal tak lazim itu mereka lakukan lantaran tak memiliki biaya untuk membangun kandang sapi. Tak heran bila rumah lansia ini sangat pekat dengan aroma kotoran sapi yang tercecer.
“Karena tak punya tempat lain,” ujar Pini seperti dilansir Kumparan (19/12).

Sapi itu sendiri ditempatkan dekat dengan ruang makan dan tempat tidur. Setiap hari ia tidur dan makan di dekat sapi. Sapinya pun ternyata bukan milik pribadi, Sukarmo dan Pini hanya bertugas merawat sapi hingga memiliki anak.
“Setiap pagi saya mencari rumput dan membawanya ke rumah,” jelasnya
Nantinya, jika sapi itu melahirkan anak, ia dan suaminya akan mendapat jatah anak sapi. Pekerjaan itu ia lakoni sejak Lebaran tahun 2017. Terhitung sudah ada dua ekor sapi yang dititipkan kepadanya.
“Sapi yang sekarang baru dititip tiga bulan, sampai saat ini belum ada hasilnya,” tambah Pini
Dibantu cucunya, Hendro (23), mereka bertiga hidup di sebuah rumah yang sangat sederhana. Hanya dilapisi bata dan gedek bambu seadanya, lantainya pun masih tanah. Tak ada barang elektronik, aliran listriknya pun bersumber dari rumah tetangga.





