EROPA – Gelombang panas diĀ kawasan barat Eropa dilaporkan mulai menurun sejak Minggu (30/6/2019) kemarin, dimana suhu dilaporkan menurun.
Di wilayah Paris, Prancis, suhu diperkirakan mulai turun sekitar 10 derajat Celcius. Namun, hal ini berbeda dengan kawasan Jerman tengah dan timur dimana suhu terus meningkat.
Sementara itu, suhu di Italia juga masih tergolong tinggi sebelum hujan badai akhirnya mendinginkan wilayah itu pada Selasa pekan lalu. Di hari yang sama, wilayah Bad Kreuznach, Jerman juga mencatat suhu hingga 38,9 derajat Celcius.
Selama gelombang panas melanda eropa, Jerman sejauh ini tercatat menjadi wilayah dengan suhu udara tertinggi pada Juni. Sementara, Spanyol sempat mengalami tiga insiden kebakaran akibat gelombang panas yang melanda daerahnya.
Sementara Spanyol bahkan mengerahkan sejumlah pemadam kebakaran dengan bantuan lebih dari 700 tentara dan bom air guna memadamkan kobaran api. Di Roma, Paus Fransiskus juga sempat menyampaikan kepada para peziarah di Lapangan Santo Petrus.
Gelombang panas yang melanda sejumlah negara khususnya wilayah Eropa selama sepekan terakhir juga telah memicu kebakaran dan polusi udara. Suhu ekstrem ini juga membuat sejumlah orang meninggal, yakni empat orang di Prancis, dua orang di Italia, serta dua warga di Spanyol.
Korban berjatuhan lainnya juga terjadi di Frankfurt, Jerman di mana seorang atlet lari asal Amerika Serikat, Sarah True, pingsan dalam arena ketika hampir mencapai lintasan akhir perlombaan.
“Banyak pelari yang pingsan selama setengah pertandingan maraton yang dilakukan ketika suhu mencapai 33 derajat Celcius. 24 pelari telah dilarikan ke klinik untuk menerima perawatan,” ujar petugas pemadam kebakaran di sir Hamburg, sebagaimana dilansir Reuters.
Para ilmuwan mengatakan gelombang panas yang terjadi akhir-akhir ini mungkin diakibatkan oleh penggunaan bahan bakar fosil. Sementara, para meteorologi lebih merujuk pada ledakan udara panas dari utara Afrika di awal musim panas di Eropa.
Akibatnya, pemerintah daerah di beberapa kota di Eropa menerapkan larangan sementara terhadap penggunaan kendaraan bermotor sebagai langkah anti polusi guna memperbaiki kualitas udara di daerahnya.




