JEPANG – Gelombang panas di Jepang telah menewaskan sedikitnya 65 orang dalam satu minggu, dan lembaga cuaca mengatakan hal ini belum pernah terjadi.
Badan Manajemen Bencana dan Kebakaran mengatakan hingga Minggu (22/7/2018), sedikitnya 65 orang meninggal akibat serangan panas sementara 22.647 orang dirawat di rumah sakit.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana mengatakan hari Selasa bahwa total 80 orang telah meninggal akibat panas sejak awal Juli, dan lebih dari 35.000 telah dirawat di rumah sakit.
Di antara mereka yang tewas adalah anak sekolah enam tahun yang kehilangan kesadaran dalam perjalanan kembali dari perjalanan lapangan.
“Gelombang panas terus menyelimuti negara itu, tindakan mendesak diperlukan untuk melindungi kehidupan anak-anak sekolah,” kata juru bicara pemerintah top Yoshihide Suga, Rabu (24/7/2018), dilansir AFP.
Pemerintah mengatakan akan menyediakan dana untuk memastikan semua sekolah dilengkapi dengan AC pada musim panas mendatang.
Suga mengatakan pemerintah juga akan mempertimbangkan untuk memperpanjang liburan musim panas tahun ini saat gelombang panas melanda dengan suhu mencapai 41,1 Celcius (106 derajat Fahrenheit).





