EROPA – Gelombang panas Lucifer telah melanda Eropa selatan dan timur dimana suhu berada di atas 40 derajat Celsius (104 ° F) dan telah memicu kebakaran hutan, serta menewaskan dua orang.
Italia dan Balkan menjadi wilayah paling parah terkena dampaknya, meskipun daerah-daerah sejauh utara Polandia selatan juga berada dalam suhu panas yang tidak normal, dan pusat cuaca Eropa Meteoalarm mengeluarkan peringatan tertinggi untuk 10 negara.
Sedikitnya dua orang tewas akibat gelombang panas tersebut, satu di Rumania dan satu lagi di Polandia dan masih banyak lagi yang dibawa ke rumah sakit karena sengatan matahari dan kondisi panas lainnya.
Di Albania, 300 petugas pemadam kebakaran dan tentara berjuang untuk menahan sebanyak 75 kebakaran hutan dan negara tersebut meminta bantuan darurat kepada Uni Eropa. Petugas pemadam kebakaran juga sibuk bekerja di Serbia, Bosnia, Macedonia dan Kroasia.
Dengan suhu diperkirakan tinggal sekitar 40 derajat celcius sampai minggu depan, pihak berwenang menyarankan orang untuk meningkatkan asupan air mereka dan relawan Palang Merah di seluruh Eropa mengunjungi para tuna wisma dan orang tua dan orang lain yang berisiko.
“Cuaca berkepanjangan sangat panas ini sangat berbahaya bagi orang-orang dengan masalah kesehatan yang ada seperti kondisi jantung, tekanan darah tinggi dan asma, serta orang tua dan anak-anak,” kata Jeya Kulasingam, koordinator kesehatan untuk Federasi Palang Merah Internasional Dan Masyarakat Bulan Sabit Merah di Eropa, mengutip Reuters, Senin (7/8/2017).





