BANTUL – Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan banjir yang merendam lahan pertanian pesisir akibat luapan air muara sungai wilayah Pantai Samas pada 2018 terparah dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul Pulung Haryadi di Bantul, Jumat (3/8/2018) mengatakan banjir luapan muara Samas sering terjadi, tetapi kali ini terparah dibanding tahun sebelumnya.
Menurut dia, meluapnya air muara sungai di kawasan Pantai Samas sejak akhir Juli hingga awal Agustus ini karena ketinggian air laut selatan naik sehingga air sungai tidak dapat mengalir ke laut, namun meluap di sekitar muara.
Di sekitar muara Pantai Samas terutama sebelah timur terdapat puluhan hektare lahan pertanian petani, bahkan pihaknya mencatat ada 21 hektare lahan yang mayoritas bawang merah terendam air payau atau campuran air sungai dengan laut.
“Tahun lalu tidak separah ini karena tidak ada gelombang tinggi, kalau sekarang ini gelombang naik terus. Ini rutin dan biasanya dapat diatasi cepat, begitu disodet (buat jalan air) alir langsung mengalir, tapi sekarang tidak,” katanya, dikutip Antara.
Ia mengatakan, karena meluapnya muara ini diperparah gelombang tinggi, maka pemda tidak bisa memaksimalkan pengerukan pasir untuk mengalirkan air ke laut, sebab akan memperparah kondisi, sebab air laut lebih tinggi.





