LOMBOK – Warga korban gempa bumi di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat hingga kini masih bertahan ddi pengungsian karena tidak tahu harus kemana akibat rumah mereka hancur diguncang gempa.
Inak Mustakran saat ditemui di lokasi pengungsian di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun mengatakan masih takut kembali, karena kondisi rumah juga sudah hancur.
Untuk tempat tinggal dan berteduh dari teriknya matahari dan dinginnya malam, Inak Mustakran dan keluarga bersama tetangganya mendirikan tenda-tenda darurat yang terbuat dari terpal dan bambu sebagai tiang penyangganya, tidak jauh dari rumahnya.
Sedangkan, untuk memenuhi kebutuhan makan, minum sehari-hari, Inak Mustakran dan keluarga hanya bergantung kepada bantuan yang disalurkan melalui pihak desa setempat dan sejumlah donatur yang memberikan secara langsung.
Hanya saja, yang masih kurang saat ini di lokasi pengungsian, menurut Inak Mustakran, adalah perlengkapan bayi seperti popok (pempers) dan obat-obatan.
“Kalau bantuan ada. Cukuplah kalau untuk makan dan minum. Yang kurang ini perlengkapan bayi seperti popok (pempers) dan obat-obatan, karena sudah banyak yang sakit,” ucapnya.
Pada Antara, Inak mengaku tidak tahu sampai kapan harus bertahan di tenda-tenda pengungsian.
Sebab, selain masih takut terjadi gempa susulan, dirinya dan keluarga juga belum tahu tinggal dimana, sebab rumah satu-satunya yang iya tempati bersama keluarga sudah rata dengan tanah.
“Belum tahu kita kayak apa ini. Paling tetap tinggal di tenda aja, main kemana juga kan sudah gak bisa,” tutupnya.




