MANILA—Area bawah laut Filipina diguncang besar, Selasa (10/1/2017). Badan geologi Amerika (USGS) melaporkan, kekuatan gempa mencapai 7,3 SR. Namun demikian, tidak ada laporan kerusakan dan korban jiwa.
Pusat gempa terjadi di tenggara Pulau Jolo dengan kedalaman 380 mil di Laut Sulawesi. Pakar seismologi di Filipina menilai, episentrum gempa yang terlampau jauh menyebabkan gempa ini tidak begitu berdampak, baik kerusakan maupun tsunami.
Dilaporkan Republika.co.id, Renato Solidum dari Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina mengatakan, gempa berangkat dengan pergerakan lempeng samudera sejauh 387 mil di bawah dasar laut. Itu sedikit terasa di selatan kota General Santos.
“Gempa bawah laut itu berpusat 138 mil tenggara dari provinsi Sulu dan gempa susulan masih mungkin terjadi,” kata Solidum.




